JAKARTA – Pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam dalam sepekan terakhir menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Setelah sempat tertekan di penghujung pekan, harga kembali pulih dan bertengger di kisaran Rp 2,95 juta per gram.
Mengacu pada data resmi unit bisnis Logam Mulia, harga emas Antam pada Minggu (8/2/2026) tercatat Rp 2.920.000 per gram. Memasuki awal pekan, harga bergerak naik hingga menembus Rp 2.954.000 per gram pada Selasa (10/2/2026).
Namun, tren penguatan tersebut tidak berlangsung lama. Pada Rabu dan Kamis (11–12/2/2026), harga emas terkoreksi tipis ke level Rp 2.947.000 per gram. Tekanan lebih dalam terjadi pada Jumat (13/2/2026), ketika harga anjlok Rp 43.000 menjadi Rp 2.904.000 per gram.
Penurunan tajam itu turut memengaruhi harga buyback, yakni harga yang diterima pemilik emas saat menjual kembali ke Antam. Buyback sempat merosot ke Rp 2.688.000 per gram pada Jumat.
Meski demikian, pasar kembali menunjukkan sentimen positif pada Sabtu (14/2/2026). Harga emas Antam melonjak Rp 50.000 dan kembali ke level Rp 2.954.000 per gram. Harga buyback pun ikut terkerek ke Rp 2.741.000 per gram.
Secara keseluruhan, harga emas Antam dalam periode sepekan tercatat naik Rp 34.000 per gram dibandingkan posisi Minggu sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan minat investor terhadap instrumen lindung nilai (safe haven) yang masih cukup kuat di tengah volatilitas pasar.
Rincian Harga Emas Antam Terbaru (15 Februari 2026):
0,5 gram: Rp 1.527.000
1 gram: Rp 2.954.000
2 gram: Rp 5.848.000
5 gram: Rp 14.545.000
10 gram: Rp 29.035.000
25 gram: Rp 72.462.000
50 gram: Rp 144.845.000
100 gram: Rp 289.612.000
1.000 gram (1 kg): Rp 2.894.600.000
Sebagai informasi, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,9 persen. Bagi pembeli yang mencantumkan NPWP, tarif pajak lebih ringan yakni 0,25 persen.
Sementara untuk transaksi buyback di atas Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai transaksi.
Dengan tren fluktuatif namun cenderung menguat, pelaku pasar kini mencermati arah pergerakan emas pada pekan selanjutnya, terutama di tengah perkembangan ekonomi global dan nilai tukar rupiah.









