GLOBAL – Negara-negara anggota G7 menyepakati pelepasan sekitar 100 juta barel cadangan minyak dan produk energi melalui koordinasi dengan Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA).
Kesepakatan tersebut diambil ketika pasar energi global menghadapi tekanan besar, terutama pada pasokan diesel. Pelepasan cadangan akan dimulai segera dan berlangsung selama sekitar empat bulan.
Dalam rencana tersebut, pelepasan diesel akan dilakukan secara lebih besar pada tahap awal. G7 menyebut pasokan diesel dalam jumlah signifikan akan dilepas dalam 20 hari pertama untuk merespons ketatnya pasar bahan bakar.
Keputusan ini diumumkan setelah pertemuan para pemimpin G7 yang dipimpin Prancis sebagai pemegang presidensi G7 2026. IEA turut terlibat dalam pembahasan mengenai kondisi pasar energi dan langkah untuk memperkuat pasokan.
Trump Sebelumnya Mendorong Pelepasan Cadangan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mendorong negara-negara Eropa agar menggunakan cadangan bahan bakar mereka untuk membantu meredakan kenaikan harga diesel.
Trump bahkan sempat mengancam kemungkinan pembatasan ekspor diesel dari Amerika Serikat apabila negara-negara Eropa tidak meningkatkan pasokan dari cadangan mereka.
Namun, setelah kesepakatan G7 tercapai, Trump mengatakan Amerika Serikat tidak akan memberlakukan larangan ekspor diesel.
Karena itu, keputusan G7 dapat dilihat sebagai bagian dari rangkaian langkah bersama untuk menjaga kelancaran pasokan energi sekaligus mengurangi tekanan di pasar bahan bakar.
Meski demikian, menyebut keputusan tersebut semata-mata sebagai kemenangan Trump perlu dibedakan dari fakta bahwa keputusan akhirnya merupakan kesepakatan kolektif G7 dan dikoordinasikan bersama IEA.
Diesel Jadi Titik Tekanan Utama
Krisis energi kali ini tidak hanya berkaitan dengan minyak mentah. Pasar produk olahan, khususnya diesel dan gasoil, mengalami tekanan yang lebih besar.
IEA sebelumnya mencatat bahwa gangguan terhadap kilang dan jalur perdagangan menyebabkan pasokan produk olahan lebih ketat dibandingkan minyak mentah.
Serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Rusia serta gangguan di kawasan Timur Tengah turut mengurangi pasokan produk minyak olahan ke pasar internasional.
Dalam laporan September 2026, IEA menyebut harga diesel/gasoil di Amerika Serikat sempat menembus lebih dari US$200 per barel pada awal September dan berada sekitar 94 persen di atas level sebelum perang.
IEA juga mencatat ekspor diesel/gasoil dari negara-negara Teluk dan Rusia mengalami penurunan signifikan dibandingkan sebelum gangguan pasokan.
Kondisi tersebut membuat tambahan pasokan dari cadangan strategis menjadi salah satu opsi untuk mengurangi tekanan pasar dalam jangka pendek.
Pelepasan Dilakukan Melalui IEA
Dalam kesepakatan terbaru, G7 meminta IEA membantu mengoordinasikan pelepasan cadangan.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan tekanan terhadap pasar energi masih serius, terutama pada sektor diesel. Menurut IEA, dampak krisis di Selat Hormuz masih terasa meskipun aliran minyak mentah dari Timur Tengah mulai membaik.
IEA juga menyatakan bahwa sekitar 325 juta barel dari komitmen pelepasan 400 juta barel yang diumumkan pada Maret 2026 telah dikeluarkan hingga 2 Oktober.
Artinya, lebih dari 80 persen dari komitmen sebelumnya sudah direalisasikan.
Pelepasan terbaru sebesar 100 juta barel menjadi langkah tambahan ketika pasar masih menghadapi keterbatasan pasokan produk olahan.
G7 Sepakat Tidak Membatasi Ekspor Energi
Selain melepas cadangan, para pemimpin G7 juga menyepakati langkah untuk menjaga perdagangan energi antaranggota.
Mereka berkomitmen untuk menahan diri dari pembatasan ekspor energi dan produk energi di antara negara-negara anggota.
G7 juga menyerukan kepada produsen energi lain agar tidak menerapkan larangan ekspor yang dapat memperburuk tekanan di pasar global.
Langkah ini menjadi penting karena pembatasan ekspor dari negara pemasok besar dapat mempersempit pilihan pasokan bagi negara-negara yang bergantung pada impor.
AS dan Eropa Sama-sama Berkepentingan
Amerika Serikat memiliki kepentingan untuk menekan harga bahan bakar domestik, sementara negara-negara Eropa menghadapi kebutuhan untuk menjaga ketersediaan diesel.
Ketergantungan Eropa terhadap impor diesel membuat gangguan pada perdagangan internasional berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pasar regional.
Sebelumnya, rencana pembatasan ekspor diesel AS juga menimbulkan kekhawatiran karena Eropa merupakan salah satu pasar penting bagi produk tersebut.
Dengan kesepakatan G7, pasokan tambahan dari cadangan diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan tersebut tanpa harus menerapkan pembatasan ekspor antarnegara anggota.
Bukan Jaminan Harga Solar Langsung Turun
Pelepasan cadangan dalam jumlah besar dapat menambah pasokan ke pasar, tetapi tidak otomatis menjamin harga diesel langsung turun atau tetap rendah.
Pergerakan harga energi masih dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi produksi minyak, aktivitas kilang, keamanan jalur pelayaran, permintaan global, serta perkembangan konflik di kawasan penghasil dan jalur perdagangan energi.
Setelah pengumuman G7, harga minyak memang bergerak turun. Reuters melaporkan Brent ditutup sekitar US$102,25 per barel pada Jumat, sementara WTI berada di sekitar US$91,11 per barel.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol juga mengatakan harga minyak mulai turun setelah keputusan pelepasan cadangan diumumkan. Namun, dampak jangka panjangnya tetap bergantung pada perkembangan pasokan dan permintaan global.
Bagi pasar energi dunia, keputusan G7 menunjukkan bahwa cadangan strategis kembali menjadi instrumen penting ketika gangguan pasokan menyebabkan harga minyak dan produk olahan melonjak.
FAQ
1. Berapa cadangan minyak yang akan dilepas G7?
G7 menyepakati pelepasan sekitar 100 juta barel minyak dan produk energi melalui koordinasi IEA.
2. Apakah seluruh 100 juta barel berupa solar?
Tidak. Kesepakatan tersebut mencakup diesel serta minyak mentah dan produk energi lainnya. Pelepasan diesel akan dipercepat pada 20 hari pertama.
3. Kapan pelepasan cadangan dimulai?
Pelepasan akan dimulai segera dan berlangsung sekitar empat bulan.
4. Apa hubungan keputusan G7 dengan Donald Trump?
Trump sebelumnya mendorong negara-negara Eropa untuk melepas cadangan diesel dan sempat mempertimbangkan pembatasan ekspor diesel AS. Setelah kesepakatan G7, Trump menyatakan tidak akan memberlakukan larangan ekspor diesel.
5. Apakah pelepasan cadangan pasti membuat harga solar turun?
Tidak ada jaminan. Tambahan pasokan dapat mengurangi tekanan pasar, tetapi harga tetap dipengaruhi produksi, kapasitas kilang, permintaan, jalur perdagangan dan kondisi geopolitik.
6. Siapa yang mengoordinasikan pelepasan tersebut?
Pelepasan cadangan dilakukan melalui koordinasi dengan International Energy Agency (IEA).








