Dari Panggung Dangdut ke Gedung KPK, Perjalanan Fadia Arafiq

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah. Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026).

Penangkapan tersebut dikonfirmasi Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. Ia menyebut tim penyelidik mengamankan sejumlah pihak di Pekalongan dan langsung membawa mereka ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, salah satunya bupati,” ujar Budi dalam keterangan tertulis.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memerinci perkara yang melatarbelakangi OTT tersebut maupun jumlah total pihak yang diamankan.

Tiba di Gedung Merah Putih

Fadia tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.23 WIB. Ia masuk melalui akses basement bersama sejumlah pihak lain yang turut diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Baca Juga :  Kontroversi Film Pesta Babi: Dari Penolakan hingga Fenomena Viral di Media Sosial

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Dari Dunia Hiburan ke Politik

Fadia Arafiq, yang memiliki nama lengkap Laila Fathiah, dikenal sebagai putri pedangdut legendaris A. Rafiq. Ia sempat mengikuti jejak sang ayah di dunia musik dangdut dan merilis singel “Cik Cik Bum Bum” pada awal 2000-an.

Dalam perjalanan karier politiknya, Fadia pernah menjabat Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Ia kemudian dilantik sebagai Bupati Pekalongan pada 2021 oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Ganjar Pranowo.

Baca Juga :  Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter, Prabowo Bangun 10 Kampus Bertaraf Global

Pada periode berikutnya, Fadia kembali terpilih dan dilantik untuk masa jabatan 2025–2030 dalam pelantikan serentak kepala daerah oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.

Latar Belakang Pendidikan

Riwayat pendidikan Fadia meliputi jenjang S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang, S2 Manajemen di Universitas Stikubank Semarang, hingga program doktoral di UNTAG Semarang.

Proses Hukum Berjalan

Saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Fadia dan pihak-pihak lain yang diamankan. Publik menunggu penjelasan resmi terkait konstruksi perkara serta status hukum yang akan diumumkan dalam konferensi pers.

KPK menegaskan setiap proses penegakan hukum dilakukan sesuai prosedur dan asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan.

Berita Terkait

DPR Setujui Anggaran Kementerian PU 2027 Rp114,59 Triliun, Fokus Jalan, Irigasi hingga Air Bersih
Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap
Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Kombes Manang Soebeti “Pak Bray” Jadi Kabagpamwal Roprovos Divpropam Polri, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
9 Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU, Bakal Tentukan Ketum PBNU
Hasil Voting Muktamar NU: Pemilihan Ketum PBNU Beralih ke Mekanisme AHWA
Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai
Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:00 WIB

DPR Setujui Anggaran Kementerian PU 2027 Rp114,59 Triliun, Fokus Jalan, Irigasi hingga Air Bersih

Selasa, 1 September 2026 - 19:12 WIB

Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap

Selasa, 1 September 2026 - 18:10 WIB

Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Selasa, 1 September 2026 - 03:30 WIB

Kombes Manang Soebeti “Pak Bray” Jadi Kabagpamwal Roprovos Divpropam Polri, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

9 Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU, Bakal Tentukan Ketum PBNU

Berita Terbaru