Dari Laporan Prajurit TNI hingga Dikabarkan Jadi Tersangka, Ini Kronologi Kasus Ijazah Amrizal Anggota DPRD Provinsi Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAIPENUH – Kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Amrizal, anggota DPRD Provinsi Jambi dari Partai Golkar, bermula dari laporan seorang prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Sersan Mayor bernama Endres Chan.

Laporan tersebut disampaikan ke pihak kepolisian dan kini ditangani oleh Polda Sumatera Barat, terkait dugaan pencatutan nomor ijazah SMP milik Endres Chan dalam dokumen administrasi pendidikan.

Permasalahan ini mencuat setelah Endres Chan menemukan adanya pencantuman nomor ijazah SMP miliknya dalam surat keterangan kehilangan ijazah. Dokumen tersebut diduga digunakan sebagai salah satu syarat pengurusan pendidikan kesetaraan Paket C atas nama Amrizal, yang kemudian menjadi dasar administratif dalam perjalanan karier politiknya.

Berdasarkan informasi yang beredar dan dikonfirmasi dari berbagai sumber media, nomor ijazah yang tercantum dalam dokumen tersebut adalah STTB 0728387. Nomor tersebut diketahui secara sah merupakan milik Endres Chan, bukan milik Amrizal sebagaimana tertulis dalam berkas pengurusan pendidikan yang dipersoalkan.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Lima Tersangka Suap Pajak, Ini Sikap Resmi Kemenkeu

Selain nomor ijazah, dalam dokumen yang sama juga tercantum nomor induk BP yang disebut-sebut milik rekan seangkatan Endres Chan. Rekan tersebut diketahui memiliki nama depan yang sama, yakni Amrizal, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya pencatutan dan penggunaan data pribadi milik pihak lain tanpa hak.
Endres Chan menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal Amrizal yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi.

Ia juga menyatakan tidak pernah memberikan izin kepada siapa pun untuk menggunakan data ijazah maupun identitas pendidikannya dalam bentuk apa pun, baik untuk keperluan pendidikan maupun administrasi lainnya.

Ia mengaku baru mengetahui adanya dugaan pencatutan tersebut setelah kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial dan diberitakan oleh sejumlah media online. Setelah memastikan bahwa nomor ijazah yang digunakan dalam dokumen tersebut adalah miliknya, Endres Chan merasa perlu mengambil langkah hukum.
Merasa dirugikan serta khawatir terhadap dampak hukum dan administratif yang dapat timbul di kemudian hari, Endres Chan akhirnya melaporkan dugaan pencatutan ijazah tersebut secara resmi ke pihak kepolisian. Laporan itu kemudian diproses dan ditangani oleh Polda Sumatera Barat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Bos Skincare Ilegal Bermekuri di Makassar Resmi Dipenjara

Seiring berjalannya proses hukum, penyidik Polda Sumbar melakukan pengumpulan keterangan saksi dan alat bukti terkait dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut. Dari hasil penyelidikan, kasus ini kemudian berkembang hingga Amrizal resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan ijazah palsu atau pencatutan data pendidikan, dan proses hukum selanjutnya masih terus berjalan.

(***)

Berita Terkait

Paradigma Baru Pelayanan Polri: 8 Perubahan yang Jadi Sorotan, dari Respons Aduan hingga Penegakan Hukum
OTT KPK di BNPB: 14 Orang Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?
Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor
Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam
Putusan MK-RI Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024
Perpres Ojol 2026 Resmi Disahkan, Ini 4 Aturan Penting bagi Driver
Sidang Perdana Febrie Adriansyah, Jaksa Ungkap Dugaan Aliran Uang Rp346,7 Miliar
Berita ini 227 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Paradigma Baru Pelayanan Polri: 8 Perubahan yang Jadi Sorotan, dari Respons Aduan hingga Penegakan Hukum

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:01 WIB

OTT KPK di BNPB: 14 Orang Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam

Berita Terbaru