KERINCI — Musim manggis 2025 kembali membawa berkah bagi masyarakat Desa Semerap, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci.
Panen yang baru dimulai ini langsung disambut antusias warga karena komoditas manggis kembali menjadi penggerak utama ekonomi lokal.
Pada puncak musim nanti, perputaran uang di Semerap bahkan diperkirakan bisa menembus lebih dari Rp1 miliar per hari.
Manggis Semerap sudah lama dikenal sebagai salah satu manggis terbaik di Indonesia. Tahun ini, buah manggis kualitas super kembali disiapkan untuk memenuhi permintaan ekspor ke China, yang selama ini menjadi tujuan utama para pembeli internasional.
Pemilik gudang manggis Semerap, Johan, atau yang akrab disapa Ayah Fazila, mengatakan bahwa harga manggis saat ini berada pada kisaran Rp47 ribu per kilogram.
Meski belum menyamai harga tertinggi yang pernah mencapai Rp80 ribu per kilogram, harga tahun ini tetap memberi harapan besar bagi petani dan pengepul.
“Alhamdulillah musim manggis sudah mulai. Harga sekarang Rp47 ribu per kilo. Pernah dulu mencapai Rp80 ribu, itu harga paling tinggi sepanjang sejarah manggis di Semerap,” ujar Johan.
Ia menambahkan bahwa suplai manggis tidak hanya berasal dari kebun warga Semerap, tetapi juga dari desa sekitar.
Meski begitu, pengelolaan tetap dilakukan masyarakat Semerap dengan sistem sewa pohon, tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi ciri khas perdagangan manggis di daerah ini.
Musim manggis juga membuka banyak peluang kerja. Para pemuda desa ikut turun ke kebun untuk menjaga dan memanen buah, bahkan hingga malam hari, demi menjaga kualitas dan kuantitas panen.
“Kalau musim memuncak, perputaran uang di Semerap bisa lebih dari satu miliar rupiah sehari. Semua orang ikut bergerak, dari anak muda hingga orang tua,” jelas Johan.
Kendati demikian, komoditas manggis Semerap juga menghadapi tantangan dari luar negeri. Harga pernah merosot hingga Rp8 ribu per kilogram karena masuknya manggis dari Thailand, yang menjadi pesaing utama di pasar ekspor.
“Memang pernah jatuh sampai delapan ribu karena manggis Thailand juga sedang musim. Tapi insyaAllah tahun ini permintaan bagus. Kualitas manggis Semerap tetap jadi favorit pembeli dari China,” tutur Johan optimistis.
Musim manggis tahun ini diharapkan dapat kembali meningkatkan pendapatan petani, menggerakkan ekonomi desa, serta memperkuat posisi Kerinci sebagai salah satu sentra manggis terbaik di Indonesia.(ded)
Editor : Dedi Dora









