Strategi Finansial Hadapi Masa Tua, Ini Saran Ekonom UGM

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sebanyak 41,75 persen lanjut usia (lansia) di Indonesia masih berada dalam kelompok rumah tangga dengan pengeluaran 40 persen terbawah. Kondisi ini membuat banyak lansia rentan mengalami kesulitan ekonomi di masa tua.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin, Ph.D., CFP, menilai kondisi tersebut terjadi karena lemahnya sistem perlindungan pensiun di Indonesia. Saat ini, hanya sekitar lima persen lansia yang mampu hidup mandiri dari dana pensiun yang dimiliki.

Menurut Eddy, perlu ada perbaikan serius pada sistem jaminan hari tua agar masyarakat tidak jatuh miskin saat memasuki usia senja.


Potongan Dana Pensiun Dinilai Terlalu Kecil

Saat ini, potongan gaji pekerja untuk jaminan hari tua hanya sebesar 1 persen, ditambah kontribusi perusahaan sekitar 2 persen dari gaji kotor.

Eddy menilai angka tersebut terlalu kecil untuk menjamin kehidupan layak setelah pensiun.

“Angka yang memadai sekitar 14-15 persen dari gaji kotor walau kemungkinan masih pas-pasan di kemudian hari, tetapi tetap lebih baik daripada sistem sekarang,” ujarnya dikutip dari laman resmi UGM, Minggu (14/6/2026).

Ia mengusulkan agar:

  • Potongan gaji pekerja dinaikkan menjadi 5-6 persen.
  • Kontribusi perusahaan ditingkatkan menjadi 8-9 persen dari gaji kotor.

Dengan skema tersebut, dana pensiun dinilai lebih realistis untuk menopang kebutuhan hidup lansia di masa depan.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini, Jumat 29 Mei 2026 Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Dampak Besarnya bagi Masyarakat

Pekerja Informal Disarankan Menabung 10-20 Persen

Selain pekerja formal, Eddy juga menyoroti kondisi pekerja informal dan wirausaha yang tidak memiliki sistem dana pensiun otomatis.

Kelompok ini disarankan memiliki disiplin finansial lebih tinggi dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin.

Ia menyarankan pekerja informal mengalokasikan minimal 10-20 persen pendapatan untuk tabungan hari tua atau investasi jangka panjang.

“Wirausaha dan pekerja informal sebaiknya menyisihkan 10-20 persen untuk tabungan hari tua atau investasi,” katanya.


Strategi Agar Tidak Miskin Saat Lansia

Eddy mengungkap beberapa strategi penting agar masyarakat lebih siap menghadapi masa pensiun, antara lain:

1. Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Semakin cepat memulai tabungan atau investasi, semakin besar dana yang dapat terkumpul saat memasuki usia pensiun.

2. Memiliki Investasi Jangka Panjang

Investasi seperti deposito, emas, reksa dana, maupun properti dapat membantu menjaga kestabilan ekonomi di usia tua.

3. Mengurangi Gaya Hidup Konsumtif

Pengeluaran yang tidak terkontrol dapat menghambat persiapan finansial jangka panjang.

4. Menyiapkan Penghasilan Tambahan

Memiliki usaha sampingan atau aset produktif bisa menjadi sumber pendapatan ketika sudah tidak aktif bekerja.

5. Menjaga Kesehatan

Biaya kesehatan menjadi salah satu pengeluaran terbesar saat lansia. Karena itu, menjaga kesehatan sejak usia produktif sangat penting untuk mengurangi beban finansial di masa tua.

Baca Juga :  Siapa Kevin Warsh? Ketua The Fed Baru yang Pernah Tangani Krisis 2008

Pemerintah Dinilai Perlu Perkuat Sistem Pensiun

Selain perbaikan dana pensiun, Eddy juga mendorong pemerintah memperbanyak fasilitas perawatan lansia serta memberikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah bagi pensiunan yang ingin membuka usaha.

Ia juga mengusulkan penghapusan usia pensiun wajib agar masyarakat dapat memilih sendiri kapan ingin berhenti bekerja.

Menurutnya, pembenahan sistem pensiun dapat membantu memutus rantai sandwich generation yang selama ini membebani generasi produktif.

“Apabila kebijakan pemerintah dan perusahaan diperbaiki, itu dapat membantu para pensiunan serta membantu generasi berikutnya,” ujarnya.


FAQ

Mengapa banyak lansia di Indonesia rentan miskin?

Karena rendahnya dana pensiun dan minimnya perlindungan sosial bagi pekerja.

Berapa ideal potongan dana pensiun menurut ekonom UGM?

Sekitar 14-15 persen dari gaji kotor, termasuk kontribusi pekerja dan perusahaan.

Berapa persen pendapatan yang sebaiknya ditabung pekerja informal?

Sekitar 10-20 persen untuk investasi atau tabungan hari tua.

Apa strategi utama agar tidak miskin saat tua?

Menabung sejak dini, berinvestasi, menjaga kesehatan, dan memiliki penghasilan tambahan.

Apa itu sandwich generation?

Kondisi ketika generasi produktif harus menanggung kebutuhan orang tua sekaligus anak-anak mereka.

Berita Terkait

Kesempatan Kerja di Swiss untuk WNI Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Pengajuan KPR Ditolak? Begini Cara Bersihkan SLIK OJK
Elon Musk Kini Punya Harta Rp 18 Kuadriliun, Ini Sumber Kekayaannya
Kementerian HAM Buka Rekrutmen 200 Penggerak HAM 2026, Ini Jadwal dan Tugasnya
Bank Dunia: Porsi Pekerja Kelas Menengah RI Turun Jadi 7 Persen
Bukan BI Checking Lagi, Ini Cara Cek Utang Online Lewat SLIK OJK
Era Baru Dunia Kerja: Pegawai Gaji Tinggi Kini Sulit Dapat Kerja
Kasus Chromebook Nadiem Makarim Jadi Perhatian Pebisnis Dunia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:00 WIB

Strategi Finansial Hadapi Masa Tua, Ini Saran Ekonom UGM

Senin, 15 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kesempatan Kerja di Swiss untuk WNI Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:00 WIB

Pengajuan KPR Ditolak? Begini Cara Bersihkan SLIK OJK

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:00 WIB

Elon Musk Kini Punya Harta Rp 18 Kuadriliun, Ini Sumber Kekayaannya

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:00 WIB

Kementerian HAM Buka Rekrutmen 200 Penggerak HAM 2026, Ini Jadwal dan Tugasnya

Berita Terbaru

Ekonomi

Strategi Finansial Hadapi Masa Tua, Ini Saran Ekonom UGM

Senin, 15 Jun 2026 - 08:00 WIB