Solar Sulit Didapatkan, Sopir Truk di Sungai Penuh Terpaksa Menginap di SPBU

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH-Kelangkaan solar subsidi terus menjadi persoalan serius di Kota Sungai Penuh. Antrean panjang kendaraan pengangkut barang tampak mengular di sejumlah SPBU, terutama di SPBU Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal, yang nyaris tak pernah sepi. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan kian menyulitkan para sopir yang melintas maupun yang melakukan distribusi barang ke wilayah Kerinci dan sekitarnya.

Setiap malam hingga pagi, deretan truk berdiri berjajar menunggu kesempatan mengisi solar subsidi. Ada yang sengaja tiba sejak sore, ada pula yang baru datang malam hari hanya untuk memastikan mendapatkan jatah BBM di hari berikutnya. Aktivitas ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menguras tenaga para sopir yang harus tetap menjaga fisik untuk perjalanan jauh.

Suparno, seorang sopir angkutan barang asal Jawa Tengah yang hendak menuju Tapan, Pesisir Selatan, mengaku terpaksa bermalam di SPBU Sungai Penuh agar bisa mendapat solar. Ia mengatakan bahwa fenomena antrean panjang seperti ini tidak pernah ia jumpai di daerah asalnya, yang pasokan solar subsidinya dinilai lebih stabil dan mudah diakses oleh sopir angkutan.

Baca Juga :  Dua Daerah di Jambi Berprestasi, Dapat Apresiasi Pemerintah Pusat

Menurutnya, antrean panjang bukan hanya merugikan dari segi waktu, tetapi juga berdampak pada jadwal distribusi barang. Banyak sopir yang akhirnya mengalami keterlambatan pengiriman karena harus menunggu hingga belasan jam. Bagi mereka, pilihan menunggu adalah satu-satunya cara, sebab solar nonsubsidi terlalu mahal untuk perjalanan jarak jauh yang membutuhkan banyak konsumsi bahan bakar.

Suparno menceritakan bahwa ia dan beberapa sopir lain bahkan harus tidur di dalam kabin truk sambil menunggu giliran, karena antrean baru bergerak menjelang pagi. Meski kondisi ini tidak nyaman, mereka tetap bertahan karena mencari solar di tempat lain bukan solusi yang mudah. SPBU terdekat pun seringkali sudah penuh antrean saat mereka tiba.

Warga sekitar juga mengakui bahwa antrean kendaraan besar di SPBU Pelayang Raya sudah menjadi pemandangan harian. Tidak sedikit masyarakat yang terganggu, terutama ketika antrean kendaraan menyempitkan badan jalan dan memicu kemacetan di jam-jam tertentu. Namun, hingga kini belum ada perubahan signifikan dalam pola distribusi yang mampu mengurai persoalan tersebut.

Baca Juga :  DPRD Sungai Penuh Mulai Bahas LKPJ 2025, Soroti Kinerja dan Anggaran

Para sopir berharap pemerintah bersama Pertamina dapat segera memberikan solusi nyata. Mereka meminta adanya penambahan pasokan solar subsidi atau pengaturan distribusi yang lebih baik untuk wilayah Sungai Penuh. Tanpa langkah konkret, para sopir truk yang menjadi tulang punggung distribusi barang akan terus menghadapi situasi tidak menentu di tengah tingginya kebutuhan logistik.

Kondisi ini sekaligus menjadi alarm bagi daerah agar pengawasan dan distribusi BBM bersubsidi diperketat. Sebab, kelancaran distribusi bahan bakar sangat menentukan mobilitas barang yang menopang ekonomi masyarakat. Selama antrean panjang masih terjadi, persoalan serupa akan terus berulang dan menambah beban bagi para sopir yang sehari-hari mengandalkan solar untuk mencari nafkah.

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Pedagang Usul Disperindag, Satpol PP dan Dishub Berkantor Bersama di Pasar Tanjung Bajure, Penertiban Dinilai Belum Efektif
Wako Alfin Temui Kementerian LH, Perjuangkan Status Bukit Khayangan agar Investasi dan Pariwisata Sungai Penuh Tak Terhambat
Dinanti Masyarakat : Wapres Gibran Dikabarkan Kunjungi Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, Revitalisasi Rp40 Miliar Makin Nyata
Wabup Bungo Tiba-tiba Temui Wawako Sungai Penuh, Apa yang Mereka Bicarakan?
Plt Pimpin 8 Dinas di Sungai Penuh, Simak Kewenangan yang Boleh dan Dilarang
Gaji ke-13 ASN Kota Sungai Penuh Segera Cair, BKAD Pastikan Dibayar Besok atau Paling Lambat Minggu Ini
Distribusi Air Perumda Sungai Penuh Terganggu Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak dan Jadwal Normal Kembali
Wako Alfin dan Bupati Monadi Sepakat Bentuk LAAK Sakti Alam Kerinci, Adat Bersatu Kembali
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pedagang Usul Disperindag, Satpol PP dan Dishub Berkantor Bersama di Pasar Tanjung Bajure, Penertiban Dinilai Belum Efektif

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:59 WIB

Wako Alfin Temui Kementerian LH, Perjuangkan Status Bukit Khayangan agar Investasi dan Pariwisata Sungai Penuh Tak Terhambat

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:38 WIB

Dinanti Masyarakat : Wapres Gibran Dikabarkan Kunjungi Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, Revitalisasi Rp40 Miliar Makin Nyata

Senin, 13 Juli 2026 - 19:34 WIB

Wabup Bungo Tiba-tiba Temui Wawako Sungai Penuh, Apa yang Mereka Bicarakan?

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:33 WIB

Plt Pimpin 8 Dinas di Sungai Penuh, Simak Kewenangan yang Boleh dan Dilarang

Berita Terbaru