JAKARTA-Investasi reksadana untuk pemula dapat dimulai dengan menentukan tujuan keuangan, memilih platform APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) terpercaya yang legal OJK, dan memulai dari nominal kecil (bahkan mulai dari Rp10.000). Pilih reksadana pasar uang untuk risiko terendah, gunakan metode Dollar Cost Averaging (rutin tiap bulan), dan konsisten.
Berikut langkah-langkah praktis investasi reksadana bagi pemula:
Tentukan Tujuan dan Profil Risiko
Tentukan tujuan (misal: dana darurat, liburan, rumah) dan jangka waktunya.
Pahami profil risiko:
Konservatif (tidak suka risiko, pilih pasar uang)
Moderat (menengah, pilih pendapatan tetap/campuran)
Agresif (berani risiko, pilih saham)
Pilih Aplikasi APERD Resmi
Pilih aplikasi/platform APERD yang terdaftar dan diawasi OJK untuk keamanan, seperti Bareksa, Bibit, Ajaib, atau APERD bank seperti Welma (MyBCA).
Daftar dan Lengkapi Data
Unduh aplikasi dan lakukan registrasi (E-KYC) dengan menyiapkan KTP, NPWP (jika ada), dan rekening bank pribadi.
Pilih Produk Reksadana
Bagi pemula, disarankan memulai dari Reksadana Pasar Uang (RDPU) karena risikonya relatif rendah dan likuid.
Periksa Fund Fact Sheet untuk melihat kinerja historis, manajer investasi, dan komposisi portofolio.
Mulai Investasi Secara Konsisten
Lakukan pembelian pertama. Gunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA) atau investasi rutin bulanan untuk membantu mengurangi dampak fluktuasi pasar.
Pantau Secara Berkala
Pantau kinerja portofolio secara berkala (misalnya sebulan sekali), dan hindari keputusan emosional saat nilai investasi mengalami penurunan jangka pendek.
Tips Tambahan untuk Pemula:
Jangan menempatkan seluruh dana pada satu jenis reksadana, lakukan diversifikasi.
Reksadana bukan instrumen untuk cepat kaya, fokus pada tujuan jangka menengah hingga panjang.
Perhatikan biaya pembelian, penjualan kembali, dan biaya pengelolaan karena memengaruhi hasil investasi bersih. (***)
Editor : Fanda Yosephta









