Bank Digital vs Bank Besar, Mana Lebih Untung untuk Deposito 2026? Ini Faktanya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Persaingan suku bunga deposito di Indonesia pada 2026 semakin menarik perhatian. Bank konvensional seperti Bank BCA, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Mandiri masih mempertahankan bunga di kisaran 2,25% hingga 3,00% per tahun. Sementara itu, bank digital menawarkan bunga jauh lebih tinggi, yakni sekitar 5% hingga 7% bahkan lebih pada periode promo tertentu.

Perbedaan bunga ini bukan sekadar angka, melainkan berdampak langsung pada hasil investasi masyarakat. Dalam simulasi sederhana, deposito Rp100 juta di bank besar hanya menghasilkan sekitar Rp2 juta hingga Rp2,4 juta per tahun setelah pajak. Sebaliknya, jika ditempatkan di bank digital dengan bunga 6%, hasil bersihnya bisa mencapai Rp4,8 juta per tahun—hampir dua kali lipat.

Fenomena ini dipicu oleh strategi agresif bank digital dalam menarik nasabah baru. Dengan biaya operasional yang lebih rendah karena berbasis aplikasi, bank digital mampu memberikan bunga lebih kompetitif dibanding bank konvensional yang memiliki jaringan fisik luas dan biaya operasional lebih besar.

Baca Juga :  BI Rate Tetap 5,75%, IHSG Hari Ini Naik 1,56%: Dampaknya ke Sah

Namun, imbal hasil tinggi tidak datang tanpa risiko. Penjaminan simpanan oleh LPS memiliki batas suku bunga sekitar 4,25%. Artinya, deposito dengan bunga di atas batas tersebut tidak dijamin sepenuhnya. Ini menjadi pertimbangan penting bagi nasabah yang mengutamakan keamanan dana.

Di sisi lain, seluruh bank—baik digital maupun konvensional—tetap diawasi oleh OJK. Regulasi ini memastikan industri perbankan tetap stabil dan melindungi kepentingan nasabah, selama memilih bank yang resmi dan berizin.

Bagi investor ritel, strategi terbaik bukan sekadar memilih salah satu, tetapi mengombinasikan keduanya. Sebagian dana bisa ditempatkan di bank besar untuk menjaga stabilitas, sementara sisanya dialokasikan ke bank digital guna mengejar imbal hasil lebih tinggi. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengelola risiko sekaligus memaksimalkan keuntungan.

Baca Juga :  Chromebook Diklaim Tak Rugikan Negara, Ini Hitungan Versi Kubu Nadiem

Selain itu, pemilihan tenor juga menjadi kunci. Deposito jangka pendek 1–3 bulan memberikan fleksibilitas lebih tinggi untuk berpindah ke produk dengan bunga terbaik. Hal ini penting terutama di bank digital yang sering menawarkan promo bunga dalam periode terbatas.

Dengan selisih bunga yang semakin lebar di 2026, masyarakat kini dihadapkan pada pilihan strategis antara keamanan dan keuntungan. Deposito tetap menjadi instrumen favorit karena minim risiko, namun optimalisasi penempatan dana menjadi faktor penentu hasil akhir yang bisa berbeda hingga jutaan rupiah per tahun.

Berita Terkait

Investasi AI Membesar, Microsoft Buka Program Pengunduran Diri Sukarela
Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan
Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi
Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun
700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner
Rumah Tasya Farasya Retak Setelah Dibangun 6 Tahun, Ini Temuan Awal Kontraktor
DJP Buka Program Penghapusan Sanksi Pajak 2026, UMKM Perlu Tahu Syarat dan Ketentuannya
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Investasi AI Membesar, Microsoft Buka Program Pengunduran Diri Sukarela

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun

Berita Terbaru

Teknologi

Infinix XBOOK 14 Neo 2026: Harga Rp7 Jutaan, Bobot 1,2 Kg

Rabu, 28 Okt 2026 - 18:01 WIB