Awal Puasa Ramadan 2026: Ini Perbedaan Penetapan Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist / Ist

Foto : Ist / Ist

RAMADHAN-Menjelang Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia kembali menantikan kepastian hari pertama berpuasa. Sebagaimana tradisi setiap tahunnya, penetapan awal Ramadan tidak dilakukan secara seragam karena masing-masing lembaga dan ormas Islam memiliki metode perhitungan yang berbeda dalam menentukan masuknya awal bulan Hijriah.

Meski perbedaan tersebut lumrah terjadi dan sudah berlangsung sejak lama, masyarakat tetap menunggu kepastian dari tiga rujukan utama: Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Pemerintah melalui Kementerian Agama.

Perkiraan Awal Puasa Ramadan 2026 Berdasarkan Tiga Otoritas

Muhammadiyah: Awal Puasa Dipastikan 18 Februari 2026

Muhammadiyah menjadi pihak pertama yang menetapkan awal puasa Ramadan 1447 H. Majelis Tarjih dan Tajdid telah mengeluarkan maklumat resmi yang menyatakan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut diambil melalui metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomis yang memadukan data posisi bulan dan matahari tanpa harus menunggu kegiatan rukyatul hilal. Instrumen digital HisabMu, yang dikembangkan Muhammadiyah, menjadi dasar perhitungan modern sekaligus standar kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Baca Juga :  Dana Rp100 Triliun Digelontorkan ke Sumatera, Proyek Infrastruktur dan Hunian Korban Bencana Diawasi Ketat

Dengan penetapan ini, warga Muhammadiyah sudah dapat memastikan jadwal ibadah mereka sejak jauh hari, termasuk kepastian bahwa Idulfitri 1447 H akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Nahdlatul Ulama (NU): Masih Menunggu Rukyat, Tapi Diprediksi 19 Februari 2026

Berbeda dengan Muhammadiyah, NU tetap berpegang pada prinsip dasar rukyat. Awal Ramadan baru dapat ditetapkan setelah pemantauan hilal dilakukan pada tanggal 29 Syaban.

Hingga kini, NU belum mengeluarkan keputusan resmi. Namun, mengacu pada Almanak NU, awal puasa diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

NU menggunakan pendekatan hisab imkanur rukyat, yaitu perpaduan antara perhitungan astronomi dan observasi visual. Kriteria MABIMS—ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat—menjadi rujukan dalam menentukan apakah hilal memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai awal Ramadan.

Jika hilal tidak berhasil terlihat, maka bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari sebelum Ramadan dimulai.

Pemerintah Republik Indonesia: Penetapan Melalui Sidang Isbat

Baca Juga :  OTT KPK di Riau: Gubernur Abdul Wahid dan 9 Orang Diamankan

Pemerintah melalui Kemenag mengikuti mekanisme yang sedikit berbeda dari kedua ormas besar tersebut. Penetapan awal Ramadan dilakukan melalui sidang isbat yang diselenggarakan setelah pelaksanaan rukyatul hilal serentak di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Sama seperti NU, pemerintah belum memberikan ketetapan resmi. Namun, berdasarkan kalender hisab Kemenag, awal puasa diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sidang isbat melibatkan perwakilan ormas Islam, para ahli falak, astronom, hingga lembaga terkait. Keputusan yang dihasilkan menjadi rujukan nasional dan dipublikasikan melalui siaran resmi pemerintah.

Mengapa Tanggal Awal Ramadan Bisa Berbeda?

Perbedaan awal puasa di Indonesia bukan hal baru. Faktor metode penetapan berperan penting:

  • Muhammadiyah mengedepankan hisab murni tanpa rukyat.
  • NU menggunakan hisab untuk memprediksi namun menjadikan rukyat sebagai penentu akhir.
  • Pemerintah menggabungkan keduanya melalui sistem sidang isbat.

Meski berbeda, tujuan semuanya sama: memastikan umat Islam melaksanakan ibadah sesuai ketentuan syariat dan dasar astronomi yang akurat.

Berita Terkait

DJP Libatkan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Ini Isi Lengkap Surat Edaran SE-8/PJ/2026
Yusril Jelaskan Mengapa Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Presiden Prabowo Jawab Kritik MBG, Singgung Kebocoran Kekayaan Negara
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah, Ini Profil dan Harta Kekayaannya
Status Febrie Adriansyah Masih Didalami, Kejagung Terbitkan Sprindik Baru
Jaksa Agung Resmi Ajukan Kuntadi ke Prabowo sebagai Jampidsus, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Langit Jawa Digegerkan Kilatan Cahaya Diduga Meteor, Berikut Fakta dan Penjelasannya
Berapa Total Emas Monas? Ini Penjelasan Lengkap dan Sejarahnya
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:05 WIB

DJP Libatkan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Ini Isi Lengkap Surat Edaran SE-8/PJ/2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:25 WIB

Yusril Jelaskan Mengapa Febrie Adriansyah Belum Ditahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:02 WIB

Presiden Prabowo Jawab Kritik MBG, Singgung Kebocoran Kekayaan Negara

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:06 WIB

Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah, Ini Profil dan Harta Kekayaannya

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:08 WIB

Status Febrie Adriansyah Masih Didalami, Kejagung Terbitkan Sprindik Baru

Berita Terbaru

Bisnis

Cara Membeli UC PUBG dengan DANA, GoPay, OVO, BRImo

Rabu, 22 Jul 2026 - 05:00 WIB

Internasional

Real Madrid Rajai Statistik Piala Dunia 2026, Mbappe Jadi Mesin Gol

Rabu, 22 Jul 2026 - 04:00 WIB