Awal 2026, Lima Warga Kota Sungai Penuh Terserang DBD, Dinkes Imbau Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist /Net

Foto : Ist /Net

SUNGAIPENUH – Memasuki awal tahun 2026, Kota Sungai Penuh mulai menghadapi kasus demam berdarah dengue (DBD). Hingga pertengahan Januari, tercatat lima warga terserang penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Seluruh pasien saat ini dalam kondisi berangsur membaik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Era Syafitri, menyampaikan bahwa secara umum kondisi pasien menunjukkan perkembangan positif.

“Alhamdulillah, pasien umumnya mulai pulih, meski sebagian masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Era.

Meski kasus DBD muncul di awal tahun, Dinas Kesehatan mencatat tren penurunan jumlah penderita dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, jumlah kasus tercatat sebanyak 85 orang, menurun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 171 kasus.

Baca Juga :  Harga Daging Ayam di Sungai Penuh Naik Jadi Rp54 Ribu per Kg, Warga Soroti Dampak MBG

Era menjelaskan, penurunan tersebut merupakan hasil dari upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa risiko penularan DBD masih cukup tinggi, terutama saat memasuki musim hujan dan masa peralihan cuaca.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang lembap dan genangan air berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa virus dengue. Karena itu, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam menekan angka penularan.

Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh mengimbau seluruh warga untuk aktif melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal. Salah satu langkah utama yang dianjurkan adalah menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Baca Juga :  Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional, Program 3S Jadi Kunci Turunkan Stunting

Gerakan 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air. Langkah tambahan seperti penggunaan obat nyamuk dan menjaga ventilasi rumah juga dianjurkan.

Era menegaskan, keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. “Ketika warga rutin menjaga lingkungan dan menerapkan 3M Plus, kita dapat mencegah peningkatan kasus DBD,” pungkasnya. (fyo)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma
Pemkot Sungai Penuh Gandeng BPKP Jambi, Tata Kelola dan Akuntabilitas Jadi Sorotan
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
DPRD Sungai Penuh Bakal Panggil Kadis Pemdes soal Bimtek BPD di Jambi, Khaidir Soroti Keluhan Peserta
Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya
Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Lancar, Langkah Wako Alfin Bantu Selamatkan Roda Ekonomi Tiga Wilayah
Warga Apresiasi Pemkot Sungai Penuh, Bantuan Dua Alat Berat Bantu Lancarkan Jalan Sungai Penuh–Tapan
Jalan Sungai Penuh–Tapan Belum Bisa Dilewati Pagi Ini, Mobil Menumpuk di Jangki Ayam dan Puncak
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BPKP Jambi, Tata Kelola dan Akuntabilitas Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:02 WIB

DPRD Sungai Penuh Bakal Panggil Kadis Pemdes soal Bimtek BPD di Jambi, Khaidir Soroti Keluhan Peserta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya

Berita Terbaru