Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat tentang dampak jangka panjang paparan asap karhutla terhadap anak. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian karena anak-anak masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

Dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, dr Fifi Sofiah, SpA, SubspRespi(K), menjelaskan bahwa paparan asap secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Dampaknya tidak terbatas pada sistem pernapasan, tetapi juga dapat melibatkan sistem kardiovaskular.

Menurut Fifi, paparan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan paru kronis. Zat kimia dan partikel berbahaya dalam asap juga berpotensi meningkatkan risiko kanker paru pada masa mendatang.

Baca Juga :  Memilih Asuransi Kesehatan Swasta: Premi Naik Diam-Diam, Ini Risiko Finansial yang Jarang Disadari

Selain itu, Fifi menyoroti potensi dampak paparan asap terhadap kecerdasan anak. Ia menyampaikan bahwa sejumlah penelitian menemukan hubungan antara paparan polusi udara dan penurunan kemampuan kognitif. Dampak tersebut dapat berkaitan dengan prestasi akademik anak.

Penurunan kemampuan belajar berpotensi memengaruhi perkembangan anak hingga dewasa. Namun, hasil setiap penelitian perlu dipahami sesuai metode, tingkat paparan, dan faktor lain yang memengaruhi perkembangan anak.

Paparan dan pengalaman bencana karhutla juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan mental. Anak yang mengalami situasi traumatis berisiko menghadapi gangguan psikologis, termasuk post-traumatic stress disorder (PTSD). Meski demikian, tidak semua anak yang terpapar asap atau mengalami bencana akan mengalami PTSD.

Baca Juga :  Heboh! BPOM Temukan Ratusan Ribu Link Jual Kosmetik Ilegal Online

Karena itu, perlindungan anak dari asap karhutla perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai, serta mengikuti informasi kualitas udara dan arahan petugas kesehatan. Anak yang mengalami sesak napas atau keluhan serius perlu segera mendapatkan pertolongan medis. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen
Cara Cek Saldo JHT Lewat JMO Terbaru 2026, Ini Fitur Klaim dan Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya
BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?
Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya
Influenza A Terdeteksi Lebih Awal, Kasus Pertama Musim Flu 2026-2027 Dikonfirmasi
Kabar Baik ! RSUD A Thalib Sungai Penuh Segera Naik Jadi Tipe B, CT Scan dan Mamografi Sudah Disiapkan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Cara Cek Saldo JHT Lewat JMO Terbaru 2026, Ini Fitur Klaim dan Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya

Berita Terbaru