Jokowi Siap Turun Gunung Juni 2026, PSI dan Projo Berebut Pengaruh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLITIK-Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi disebut akan kembali aktif berkeliling Indonesia mulai Juni 2026 setelah kondisi kesehatannya dikabarkan pulih hingga 99 persen. Namun, rencana “turun gunung” Jokowi justru memunculkan persaingan narasi antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan organisasi relawan Projo.

Pernyataan awal datang dari Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik. Ia menyebut Jokowi telah menyampaikan langsung kepada relawan bahwa dirinya siap kembali menyapa masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Freddy, Jokowi berencana melakukan perjalanan nasional mulai Juni mendatang dan akan didampingi para relawan ketika mengunjungi sejumlah wilayah.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Ketua DPP PSI, Bestari Barus. Ia menegaskan bahwa PSI yang saat ini mempersiapkan agenda perjalanan politik Jokowi menuju Pemilu 2029.

Bestari bahkan menyinggung pernyataan Projo sebelumnya yang sempat menyebut bahwa organisasi tersebut bukan lagi “Pro Jokowi”. Menurutnya, PSI telah menyiapkan roadmap perjalanan Jokowi sejak Rakernas PSI di Makassar.

Baca Juga :  Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter, Prabowo Bangun 10 Kampus Bertaraf Global

PSI dan Projo Berebut “Jokowi Effect”

Persaingan antara PSI dan Projo memunculkan kembali istilah “Jokowi Effect”, yakni pengaruh elektoral Jokowi terhadap partai politik atau kelompok pendukung tertentu.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menilai pengaruh Jokowi terhadap kenaikan elektabilitas partai tidak sebesar yang dibayangkan.

Ia mencontohkan PSI yang pada Pemilu 2024 belum berhasil lolos ke DPR RI meskipun selama ini dikenal dekat dengan Jokowi. Menurutnya, kemenangan Prabowo Subianto di Pilpres juga tidak sepenuhnya dipengaruhi faktor Jokowi.

“Jokowi memang masih memiliki basis pendukung, tetapi efek elektoralnya terhadap partai politik tidak terlalu signifikan,” ujar Dedi.

Ia juga menilai perebutan narasi kedekatan dengan Jokowi justru dapat memperkecil pengaruh politik mantan Wali Kota Solo tersebut di masa depan.

Pengamat: Bisa Jadi Bumerang bagi PSI

Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, mengingatkan PSI agar berhati-hati jika terlalu mengandalkan figur Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas partai.

Baca Juga :  Malaysia Cemas Kebijakan Baru Ekspor Sawit RI, Bisa Picu Lonjakan Harga Global

Menurutnya, citra Jokowi saat ini tidak lagi sama seperti satu dekade lalu. Ia menyebut mantan presiden tersebut kini menjadi figur yang memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Jamiluddin menilai jika PSI terlalu bergantung pada Jokowi, langkah itu berpotensi menjadi bumerang politik menjelang Pemilu 2029.

“PSI perlu mengkaji ulang keuntungan dan risiko membawa Jokowi berkeliling Indonesia dengan atribut partai,” katanya.

Kondisi Kesehatan Jokowi Disebut Pulih

Di tengah polemik tersebut, kabar mengenai kondisi kesehatan Jokowi menjadi perhatian publik. Freddy Alex Damanik mengatakan Jokowi telah pulih hampir sepenuhnya dan siap kembali beraktivitas normal.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi langsung dari Jokowi terkait jadwal pasti perjalanan politiknya ke berbagai daerah.

Publik pun kini menanti apakah Jokowi benar-benar akan kembali aktif dalam panggung politik nasional, serta bersama kelompok mana dirinya akan tampil menjelang kontestasi politik 2029.

Berita Terkait

Ade Jona Resmi Jadi Ketua Umum HIPMI 2026-2029, Siap Bawa Pengusaha Muda Hadapi Tantangan Ekonomi Nasional
PAW DPRD Sungai Penuh: Hj. Helneti Mesra Berpeluang Gantikan Dahkir Yahya, Unggul 1 Suara dari H. Ibrahim
Gaji PPPK dan PPPK Paruh Waktu Diusulkan Masuk APBN 2027, AP3KI: Sah Jadi ASN
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Atur Titik Dapur SPPG
Tyo Nugros Dicekal ke Luar Negeri, Ini Penjelasan Imigrasi Soetta
Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Suap Bea Cukai, Istana Angkat Bicara
Heboh Kabar MBG Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Resmi BGN
BGN Setop Penambahan Dapur MBG
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:04 WIB

Ade Jona Resmi Jadi Ketua Umum HIPMI 2026-2029, Siap Bawa Pengusaha Muda Hadapi Tantangan Ekonomi Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:05 WIB

PAW DPRD Sungai Penuh: Hj. Helneti Mesra Berpeluang Gantikan Dahkir Yahya, Unggul 1 Suara dari H. Ibrahim

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:05 WIB

Gaji PPPK dan PPPK Paruh Waktu Diusulkan Masuk APBN 2027, AP3KI: Sah Jadi ASN

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Atur Titik Dapur SPPG

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:04 WIB

Tyo Nugros Dicekal ke Luar Negeri, Ini Penjelasan Imigrasi Soetta

Berita Terbaru

Hiburan

Pecinta Horor Wajib Nonton! 6 Film Korea Paling Menegangkan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB