BTC Terancam Turun Lagi? Simak Analisis Harga Bitcoin April 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pergerakan harga Bitcoin (BTC) diproyeksikan masih menghadapi tekanan memasuki April 2026. Setelah mengalami tren penurunan di awal tahun, aset kripto terbesar di dunia ini menunjukkan sinyal konsolidasi dengan kecenderungan melemah jika tidak mampu mempertahankan level support penting.

Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin menutup bulan Maret 2026 dengan kenaikan tipis sekitar 0,19%. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan performa positif pada periode sebelumnya yang sempat mencatat kenaikan lebih dari 5% dalam satu bulan. Sebelumnya, pada Januari dan Februari 2026, BTC masing-masing terkoreksi cukup dalam, yakni 10,1% dan 14,8%.

Secara historis, April dikenal sebagai salah satu bulan terbaik bagi Bitcoin dengan rata-rata kenaikan mencapai 33,4% dan median sekitar 7,57%. Namun, kondisi pasar tahun ini dinilai berbeda karena pola musiman tidak lagi menjadi acuan utama setelah anomali pergerakan di awal tahun.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Baca Juga :  Bitcoin April 2026 Menguat Tajam, Peluang Tembus USD 100.000 Semakin Terbuka

Analis pasar menyoroti level US$67.000 sebagai titik krusial yang menentukan arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek. Sepanjang 2026, level ini terbukti menjadi area support kuat yang mampu menahan tekanan jual.

Namun, jika harga Bitcoin menembus dan ditutup di bawah level tersebut, potensi penurunan lanjutan semakin terbuka. Beberapa level support berikutnya berada di kisaran:

US$61.500

US$60.000 (batas psikologis penting)

US$57.000 hingga US$52.600 sebagai skenario terburuk

Kondisi ini diperkuat oleh sinyal teknikal dari grafik tiga harian yang menunjukkan pola pelemahan. Selain itu, data pergerakan investor besar (whale) dan arus dana ETF juga mengindikasikan tekanan jual masih cukup dominan.

Skenario Bullish: Jika Harga Berbalik Naik

Di sisi lain, peluang kenaikan tetap terbuka jika Bitcoin mampu menembus level resistance di US$75.900, yang merupakan titik tertinggi pada Maret 2026. Jika level ini berhasil dilampaui dan dipertahankan, maka pola bearish yang terbentuk berpotensi melemah.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Hari Ini 27 Juli 2026 Tembus Rp1,17 Miliar, XRP dan Ethereum Kompak Menguat

Kenaikan di atas level tersebut dapat mengubah sentimen pasar menjadi lebih optimistis, sekaligus membuka peluang reli lanjutan di kuartal kedua 2026.

Faktor Penentu Pergerakan April 2026

Beberapa faktor utama yang akan memengaruhi harga Bitcoin dalam waktu dekat antara lain:

Data inflasi global dan kebijakan suku bunga bank sentral

Pergerakan dana institusi melalui ETF kripto

Aktivitas investor besar (whale)

Sentimen geopolitik global

Dengan berbagai indikator tersebut, bulan April diperkirakan menjadi fase penentuan apakah Bitcoin mampu bertahan atau justru melanjutkan tren penurunan.

Kesimpulan

Saat ini, fokus utama pelaku pasar adalah kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas level US$60.000–US$67.000. Jika area ini mampu dipertahankan, peluang pemulihan tetap terbuka. Namun, jika terjadi breakdown, tekanan jual bisa semakin dalam.

Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan risiko tinggi di tengah volatilitas pasar kripto yang masih berlangsung.

Berita Terkait

Perusahaan Sawit dengan Lahan Terluas di Dunia, Ada dari Indonesia
Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag
Pakuwon Mall Diproyeksikan Jadi Mal Terbesar di Indonesia, Siapa Pemiliknya?
Haji Isam Siap Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN? Ini Fakta Terbarunya
Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi
Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter, Pemerintah Bergerak
10 Perusahaan dengan Jumlah Karyawan Terbanyak 2026
Dana Transfer Daerah 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Dampaknya ke APBD dan Gaji ASN
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Perusahaan Sawit dengan Lahan Terluas di Dunia, Ada dari Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:33 WIB

Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pakuwon Mall Diproyeksikan Jadi Mal Terbesar di Indonesia, Siapa Pemiliknya?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Haji Isam Siap Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN? Ini Fakta Terbarunya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Gaya Jadul Muncul di Pawai HUT RI Sungai Penuh, Aksinya Bikin Heboh

Selasa, 18 Agu 2026 - 20:12 WIB

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?

Otomotif

Ora 5 Touring Disiapkan GWM, Lebih Panjang dari Geely EX5

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:01 WIB