JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Data BNPB hingga pukul 15.00 WIB mencatat 38 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, gempa juga menyebabkan dua orang mengalami luka berat. Selain itu, 11 orang mengalami luka ringan dan sekitar 2.000 warga mengungsi.
Korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah NTT. Daerah terdampak antara lain Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.
Manggarai Timur mencatat jumlah korban meninggal terbanyak dengan 17 orang. BNPB masih melakukan identifikasi terhadap sejumlah korban karena proses pendataan terus berlangsung.
Pemerintah daerah juga melaporkan sekitar 10 orang masih terjebak di bawah reruntuhan. Karena itu, proses pencarian dan evakuasi menjadi prioritas tim gabungan di lokasi terdampak.
Gempa turut merusak berbagai fasilitas publik. Kerusakan dilaporkan terjadi pada rumah warga, puskesmas, rumah sakit, terminal, bandara, dan pelabuhan. BNPB menyebut lima bandara tingkat kabupaten atau kota terdampak serta dua pelabuhan mengalami kerusakan.
Akses menuju sejumlah wilayah juga terganggu akibat longsoran dan kerusakan jalan. Balai Kementerian Pekerjaan Umum bersama pemerintah daerah telah melakukan pembersihan material untuk membuka akses.
BNPB bersama pemerintah pusat dan daerah masih melakukan pendataan korban serta kerusakan. Tim BNPB dijadwalkan meninjau langsung kondisi NTT untuk mempercepat penanganan darurat dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Tim









