Raja Salman Terbitkan 3 Dekrit, Arab Saudi Rombak Sejumlah Posisi Strategis

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi melakukan perubahan pada sejumlah posisi strategis setelah Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menerbitkan tiga dekrit kerajaan.

Keputusan tersebut mencakup perubahan kepemimpinan di sejumlah lembaga yang memiliki peran penting dalam kebijakan ekonomi, pengadaan pemerintah, serta pengawasan pasar modal Arab Saudi.

Meski terjadi perombakan di sejumlah sektor, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) tetap menjalankan tugas sebagai Perdana Menteri Arab Saudi.

Perubahan tersebut diumumkan melalui dekrit kerajaan pada Kamis waktu setempat dan diberitakan sejumlah media internasional pada Jumat (14/8/2026).

Tiga Dekrit Kerajaan Arab Saudi

Dekrit yang diterbitkan Raja Salman berkaitan dengan penataan kembali sejumlah posisi pemerintahan dan lembaga strategis.

Langkah tersebut merujuk pada ketentuan yang mengatur masa kerja Dewan Menteri Arab Saudi. Berdasarkan aturan tersebut, masa jabatan kabinet tidak boleh melebihi empat tahun, dengan kemungkinan dilakukan pembentukan kembali melalui dekrit kerajaan.

Perubahan kali ini tidak mengubah posisi MBS sebagai Perdana Menteri. Namun, sejumlah posisi penting di sektor ekonomi dan keuangan mengalami pergantian pejabat.

Bandar Alkhorayef Dicopot dari LCGPA

Salah satu perubahan terjadi pada Local Content and Government Procurement Authority (LCGPA).

Raja Salman mencopot Bandar Alkhorayef dari posisi Ketua Dewan Direksi LCGPA.

Posisi tersebut kemudian diberikan kepada Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz, yang juga menjabat sebagai Menteri Energi Arab Saudi.

LCGPA memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kandungan lokal serta mengoptimalkan pengadaan pemerintah di Arab Saudi.

Perubahan kepemimpinan di lembaga tersebut menjadi perhatian karena kebijakan kandungan lokal merupakan salah satu bagian penting dari upaya Arab Saudi memperkuat industri dalam negeri.

Kepemimpinan Capital Market Authority Juga Berganti

Perubahan berikutnya menyasar Capital Market Authority (CMA), lembaga yang berfungsi sebagai regulator pasar modal Arab Saudi.

Baca Juga :  Ribuan Muslim Tinggal di Slovakia, Sebuah Negara Eropa yang Tak Punya Masjid

Raja Salman mengganti Mohammed El Kuwaiz dari posisi Ketua CMA.

Sebagai penggantinya, ditunjuk Mazen Al-Sudairi dengan status setingkat menteri.

Perubahan di lembaga pengawas pasar modal tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian restrukturisasi yang diumumkan melalui dekrit kerajaan.

CMA memiliki posisi strategis dalam menjaga regulasi dan pengembangan pasar modal Arab Saudi, termasuk mendukung upaya meningkatkan daya tarik pasar bagi investor.

Tidak Mengubah Posisi Mohammed bin Salman

Meskipun sejumlah pejabat strategis mengalami pergantian, posisi Mohammed bin Salman sebagai Perdana Menteri tetap dipertahankan.

MBS merupakan tokoh utama di balik agenda Saudi Vision 2030, program transformasi ekonomi yang bertujuan mengurangi ketergantungan Arab Saudi terhadap pendapatan minyak.

Program tersebut mendorong pengembangan berbagai sektor nonmigas, termasuk investasi, pariwisata, teknologi, industri, hiburan, dan jasa keuangan.

Dengan demikian, perubahan pejabat dalam dekrit terbaru tidak serta-merta menunjukkan perubahan arah kebijakan ekonomi kerajaan.

Sebaliknya, restrukturisasi dapat dipandang sebagai bagian dari penyesuaian struktur pemerintahan dalam menjalankan agenda transformasi jangka panjang.

Vision 2030 Tetap Menjadi Agenda Utama

Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir terus mempercepat implementasi Vision 2030.

Pemerintah berupaya meningkatkan kontribusi sektor nonmigas sekaligus membangun ekosistem investasi dan industri yang lebih beragam.

Pergantian pejabat pada lembaga ekonomi dan pasar modal menjadi penting dalam konteks tersebut karena kedua sektor memiliki peran dalam mendukung investasi serta pengembangan ekonomi domestik.

Restrukturisasi pemerintahan juga menunjukkan bahwa kerajaan masih melakukan penyesuaian terhadap struktur kelembagaan untuk mendukung berbagai target pembangunan yang telah ditetapkan.

Apa Dampaknya bagi Ekonomi Arab Saudi?

Perubahan kepemimpinan di LCGPA dan CMA berpotensi menjadi perhatian pelaku usaha dan investor karena kedua lembaga memiliki fungsi strategis.

LCGPA berkaitan dengan kebijakan kandungan lokal dan pengadaan pemerintah, sedangkan CMA berhubungan langsung dengan regulasi pasar modal.

Baca Juga :  Harga BBM Terancam Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Airlangga: Pemerintah Masih Monitor Situasi

Namun, dampak ekonomi dari perubahan tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan pergantian pejabat.

Investor masih perlu melihat kebijakan lanjutan yang akan dikeluarkan oleh masing-masing lembaga setelah kepemimpinan baru mulai menjalankan tugasnya.

Yang jelas, tiga dekrit Raja Salman menandai adanya penataan kembali sejumlah posisi strategis di tengah berlanjutnya agenda reformasi ekonomi Arab Saudi.

Kesimpulan

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menerbitkan tiga dekrit kerajaan yang membawa perubahan pada sejumlah posisi strategis pemerintahan Arab Saudi.

Dua perubahan yang menjadi sorotan adalah pergantian pimpinan LCGPA dan Capital Market Authority (CMA). Bandar Alkhorayef digantikan Pangeran Abdulaziz bin Salman di LCGPA, sementara Mohammed El Kuwaiz digantikan Mazen Al-Sudairi di CMA.

Di sisi lain, Mohammed bin Salman tetap menjadi Perdana Menteri Arab Saudi.

Perubahan tersebut berlangsung ketika kerajaan terus menjalankan Vision 2030 untuk melakukan diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak.

FAQ SEO

1. Apa yang berubah dalam pemerintahan Arab Saudi?

Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian setelah Raja Salman menerbitkan tiga dekrit kerajaan.

2. Apakah Mohammed bin Salman masih menjadi Perdana Menteri?

Ya. Mohammed bin Salman tetap menjabat sebagai Perdana Menteri Arab Saudi.

3. Siapa yang menggantikan Bandar Alkhorayef?

Posisi Ketua Dewan Direksi LCGPA diberikan kepada Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz.

4. Siapa pimpinan baru Capital Market Authority Arab Saudi?

Mazen Al-Sudairi ditunjuk menggantikan Mohammed El Kuwaiz sebagai pimpinan CMA dengan status setingkat menteri.

5. Apa hubungan reshuffle dengan Vision 2030?

Perubahan tersebut berlangsung ketika Arab Saudi masih menjalankan Vision 2030, agenda transformasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan memperkuat sektor nonmigas.

Berita Terkait

PM Anwar Ibrahim Dirawat, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan
Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX
Man City Comeback, Kalahkan Atletico Madrid 3-1 di Laga Pramusim Asia Tour 2026
Meta Didenda Rp10,12 Triliun, Instagram dan Facebook Wajib Batasi Remaja
Siang Berubah Gelap! Gerhana Matahari Total 2027 Jadi Fenomena Astronomi Terlangka
Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya
Pecahkan Rekor Dunia! Nathan Thomas Resmi Jadi Profesor di Usia 18 Tahun
Resmi Latih Timnas Prancis, Zidane Akui Tolak Tawaran Klub Selama 5 Tahun
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Raja Salman Terbitkan 3 Dekrit, Arab Saudi Rombak Sejumlah Posisi Strategis

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:03 WIB

PM Anwar Ibrahim Dirawat, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Man City Comeback, Kalahkan Atletico Madrid 3-1 di Laga Pramusim Asia Tour 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Meta Didenda Rp10,12 Triliun, Instagram dan Facebook Wajib Batasi Remaja

Berita Terbaru

Oplus_131072

Nasional

Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Sabtu, 15 Agu 2026 - 18:00 WIB

Uncategorized

5 Bandara di NTT Rusak Diguncang Gempa, Runway Bandara Soa Retak

Sabtu, 15 Agu 2026 - 17:50 WIB