Kapal Pertamina Lolos dari Ketegangan Selat Hormuz, Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz sempat menahan dua kapal tanker milik Pertamina, namun kini pemerintah Indonesia membawa kabar melegakan. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan bahwa Iran telah memberikan sinyal positif terkait kelanjutan pelayaran kedua kapal tersebut setelah proses komunikasi intensif dilakukan melalui jalur diplomatik.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengungkapkan bahwa perkembangan terbaru menunjukkan adanya respons konstruktif dari pemerintah Iran. Ia menegaskan bahwa saat ini kedua negara masih melakukan pembahasan teknis dan operasional guna memastikan pelintasan kapal berjalan aman dan sesuai prosedur internasional. Langkah ini dinilai penting mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur vital perdagangan energi dunia.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk menjaga stabilitas energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa situasi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap pasokan energi di dalam negeri. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai opsi alternatif distribusi energi guna mengantisipasi potensi gangguan.

Baca Juga :  Selat Hormuz Ditutup Sementara, Harga Minyak Dunia Waspada, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Sementara itu, dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa kebijakan negaranya hanya memberikan akses kepada kapal dari negara yang dianggap bersahabat. Ia menegaskan bahwa kapal yang berasal dari negara tertentu yang dinilai sebagai pihak agresor tidak diizinkan melintas di kawasan tersebut. Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya tensi geopolitik yang turut memengaruhi jalur pelayaran global.

Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 1.900 kapal dari berbagai negara masih tertahan di kawasan tersebut akibat meningkatnya ketegangan. Kondisi ini menegaskan betapa strategisnya Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global, khususnya minyak mentah dan gas. Gangguan di jalur ini berpotensi memengaruhi harga energi dunia, termasuk harga BBM di berbagai negara.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina Terbaru 13 Maret 2026, Pertamax hingga Dexlite Resmi Naik

Meski demikian, kondisi di dalam negeri masih relatif terkendali. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Barat dan Jambi dilaporkan tetap beroperasi normal. Antrean kendaraan memang terlihat di beberapa titik, namun pasokan BBM masih tersedia dan distribusi berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Seorang pengendara bernama Yosep mengungkapkan bahwa meskipun harus mengantre sekitar 30 menit untuk mengisi BBM, stok bahan bakar tetap tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa sistem distribusi energi nasional masih mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat di tengah situasi global yang tidak menentu.

Ke depan, pemerintah Indonesia diperkirakan akan terus memperkuat diplomasi energi dan diversifikasi sumber pasokan guna mengurangi ketergantungan pada jalur-jalur rawan konflik seperti Selat Hormuz. Stabilitas energi menjadi faktor krusial dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. (*/Tim)

Berita Terkait

Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang
Fajar/Fikri Juara China Open 2026: Ganda Putra Indonesia Sukses Pertahankan Gelar!
Kematian Pangeran Kerajaan Arab Saudi di Hotel Mewah London: Penyebab Sebenarnya Diungkap Pengadilan
Pep Guardiola Dikabarkan Minta Gaji Rp409 Miliar untuk Latih Timnas Italia
Breaking News: PM Singapura Lawrence Wong Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri Baru
Benarkah Lamine Yamal Masih Keluarga Lionel Messi? Simak Faktanya
Real Madrid Rajai Statistik Piala Dunia 2026, Mbappe Jadi Mesin Gol
Dana Nasabah Rp144 Miliar Diduga Hilang, Platform Kripto Knaken Resmi Bangkrut
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:05 WIB

Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang

Senin, 27 Juli 2026 - 00:05 WIB

Fajar/Fikri Juara China Open 2026: Ganda Putra Indonesia Sukses Pertahankan Gelar!

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kematian Pangeran Kerajaan Arab Saudi di Hotel Mewah London: Penyebab Sebenarnya Diungkap Pengadilan

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:00 WIB

Pep Guardiola Dikabarkan Minta Gaji Rp409 Miliar untuk Latih Timnas Italia

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:01 WIB

Breaking News: PM Singapura Lawrence Wong Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri Baru

Berita Terbaru