Laba CDIA Melonjak 285% di 2025, Maybank Sekuritas Beri Catatan Penting

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kinerja keuangan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menjadi sorotan pelaku pasar setelah mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan investasi yang terafiliasi dengan pengusaha nasional Prajogo Pangestu ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih hingga 285,2 persen secara tahunan.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Maybank Sekuritas, laba bersih CDIA tercatat mencapai US$ 121 juta pada 2025, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 31,42 juta. Sementara itu, pendapatan perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 45 persen, dari US$ 102,25 juta menjadi US$ 148,03 juta.

Meski demikian, Maybank Sekuritas menilai bahwa lonjakan laba tersebut sebagian besar didorong oleh pendapatan non-operasional. Hal ini menjadi catatan penting bagi investor dalam menilai keberlanjutan kinerja perusahaan ke depan.

“Valuasi premium baru dapat dibenarkan apabila terdapat aksi korporasi yang mampu memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan,” tulis Maybank Sekuritas dalam analisisnya.

Pergerakan Saham dan Aksi Investor Asing

Baca Juga :  6 Mobil Toyota Termurah 2026, Harga Mulai Rp100 Jutaan

Di pasar saham, kinerja CDIA menunjukkan dinamika tersendiri. Pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026), saham CDIA berada di level Rp 820 atau turun 0,61 persen. Dalam sebulan terakhir, saham ini tercatat melemah hingga 21,15 persen.

Namun di balik pelemahan tersebut, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 47,07 miliar. Sejumlah broker besar seperti UBS Sekuritas, Mandiri Sekuritas, hingga JP Morgan Sekuritas tercatat aktif mengoleksi saham ini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa investor institusi global masih melihat adanya potensi jangka panjang dari kinerja CDIA, meskipun pergerakan harga saham dalam jangka pendek mengalami tekanan.

Kondisi Keuangan Semakin Solid

Dari sisi neraca keuangan, CDIA juga menunjukkan penguatan yang signifikan. Hingga akhir 2025, posisi kas dan setara kas melonjak 160,84 persen menjadi US$ 470,14 juta, dibandingkan US$ 180,24 juta pada tahun sebelumnya.

Total aset perseroan turut meningkat menjadi US$ 1,74 miliar per 31 Desember 2025, naik dari US$ 1,08 miliar pada akhir 2024. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan aset lancar yang mencapai US$ 945 juta.

Baca Juga :  IHSG Menguat Hari Ini, PTRO dan BRPT Melonjak Tajam

Di sisi lain, total ekuitas perusahaan juga mengalami peningkatan hingga menembus US$ 1,13 miliar, seiring dengan naiknya liabilitas menjadi US$ 607 juta.

Kondisi ini menunjukkan bahwa secara fundamental, CDIA masih memiliki struktur keuangan yang cukup kuat untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Meski mencatat pertumbuhan impresif, analis mengingatkan bahwa keberlanjutan kinerja CDIA akan sangat bergantung pada strategi bisnis dan aksi korporasi yang dilakukan ke depan.

Investor diharapkan mencermati sumber pertumbuhan laba, terutama terkait kontribusi pendapatan operasional, agar dapat menilai valuasi saham secara lebih objektif.

Dengan dukungan likuiditas yang kuat dan minat investor asing yang masih tinggi, CDIA dinilai memiliki peluang untuk terus berkembang, namun tetap menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi kinerja.

Berita Terkait

SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Dunia, Raup Rp 1.343 Kuadriliun dan Tembus Valuasi Rp 31,7 Kuadriliun
BI Yakin Rupiah Bakal Menguat, Investor Asing Serbu SBN dan SRBI Usai BI Rate Naik 5,50 Persen
8 Fakultas Unair dengan Gaji Alumni Tertinggi 2026, FTMM Nomor Satu
10 Bisnis Online yang Lagi Viral 2026, Modal Minim Untung Maksimal
Facebook Down Hari Ini! Ribuan Pengguna Gagal Login, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Pengguna
Cara Jadi Content Creator Pemula Modal HP, Bisa Cuan Jutaan
Kemenkeu Ungkap Alasan Pencekalan Tyo Nugros ke Luar Negeri
BI Ungkap Kondisi Dompet Warga RI: Cicilan Naik, Tabungan Turun
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:00 WIB

SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Dunia, Raup Rp 1.343 Kuadriliun dan Tembus Valuasi Rp 31,7 Kuadriliun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:00 WIB

BI Yakin Rupiah Bakal Menguat, Investor Asing Serbu SBN dan SRBI Usai BI Rate Naik 5,50 Persen

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:00 WIB

8 Fakultas Unair dengan Gaji Alumni Tertinggi 2026, FTMM Nomor Satu

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:00 WIB

10 Bisnis Online yang Lagi Viral 2026, Modal Minim Untung Maksimal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:35 WIB

Facebook Down Hari Ini! Ribuan Pengguna Gagal Login, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Pengguna

Berita Terbaru

Teknologi

Mudah! Ini Cara Melacak HP dan Lokasi Orang Pakai WhatsApp

Sabtu, 13 Jun 2026 - 08:00 WIB