SUNGAIPENUH — Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menggeber upaya penataan dan penertiban pasar. Komitmen ini terlihat dari langkah Sekretaris Daerah (Sekda) Alpian, SE., MM yang turun langsung melakukan peninjauan ke Pasar Tanjung Bajure pada malam hari, Rabu (25/04/2026).
Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari percepatan pembenahan kawasan pasar agar lebih tertib, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Sekda didampingi jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi terkait lainnya.
Langkah konkret langsung dilakukan di lapangan. Melalui Dinas PUPR, penataan lokasi pedagang dilaksanakan pada malam hari untuk menghindari gangguan terhadap aktivitas jual beli. Strategi ini dinilai efektif agar proses penataan tetap berjalan tanpa menghambat roda ekonomi masyarakat.
Sekda Alpian menegaskan, penataan pasar bukan sekadar penertiban sementara, tetapi merupakan program berkelanjutan yang harus dilakukan secara konsisten.
“Penataan ini kita lakukan bertahap dan berkelanjutan. Tujuannya jelas, menciptakan pasar yang tertib, rapi, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, keberhasilan penataan pasar akan berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas ekonomi serta menciptakan wajah kota yang lebih tertata.
Menurutnya, pasar sebagai pusat ekonomi rakyat harus mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan, baik bagi pedagang maupun pengunjung. Hal ini juga menjadi bagian dari visi pembangunan daerah dalam mewujudkan lingkungan kota yang lebih baik.
“Dengan pasar yang tertata, aktivitas ekonomi bisa berjalan optimal. Ini juga bagian dari upaya kita mewujudkan Sungai Penuh yang lebih maju dan tertib,” tambahnya.
Pemerintah Kota Sungai Penuh memastikan bahwa upaya pembenahan tidak berhenti pada penataan fisik saja, tetapi juga akan diikuti dengan pengawasan rutin dan penegakan aturan di lapangan.
Dengan langkah “gas penuh” ini, Pemkot berharap pasar tradisional di Sungai Penuh dapat berkembang menjadi pusat ekonomi yang lebih modern, tertib, dan tetap berpihak kepada masyarakat.
Editor : Dedi Dora









