Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Kerinci Resmi Ditutup Mulai 6 Januari 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KERINCI-Peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Kerinci mendorong pengelola kawasan konservasi mengambil langkah tegas. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) secara resmi menutup seluruh jalur pendakian Gunung Kerinci terhitung mulai 6 Januari 2026 demi alasan keselamatan.

Penutupan diberlakukan tanpa pengecualian bagi seluruh wisatawan, pendaki, maupun masyarakat umum. Akses pendakian yang ditutup meliputi jalur R10 Kersik Tuo di Kabupaten Kerinci, Jambi, serta jalur Camping Ground Bukit Bontak di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat.

Kebijakan tersebut merujuk pada surat edaran Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mencatat adanya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Kerinci, gunung api aktif tertinggi di Pulau Sumatra.

Baca Juga :  Hesti Haris Kenalkan Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an

Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNKS, Delfi Andra, menegaskan bahwa keputusan penutupan diambil sebagai langkah pencegahan dini. Menurutnya, keselamatan pendaki dan masyarakat sekitar menjadi pertimbangan utama di tengah dinamika aktivitas gunung api yang sulit diprediksi.

“Dengan meningkatnya aktivitas kegempaan, kami menghentikan sementara seluruh kegiatan pendakian. Ini langkah antisipasi untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan,” ujar Delfi, Selasa (6/1/2026).

BBTNKS juga menetapkan larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Kerinci. Zona tersebut dinilai rawan apabila terjadi letusan freatik atau lonjakan aktivitas vulkanik secara mendadak.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Sebukar Kerinci Malam Ini, Rumah Orang Tua Mantan Pj Bupati Asraf Ikut Dilalap Api

Penutupan jalur pendakian ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala. Aktivitas pendakian baru akan dibuka kembali setelah kondisi Gunung Kerinci dinyatakan aman berdasarkan rekomendasi resmi dari Badan Geologi.
BBTNKS mengimbau masyarakat, pendaki, serta pelaku usaha pariwisata agar mematuhi ketentuan yang berlaku dan hanya mengacu pada informasi resmi dari instansi berwenang.

Masyarakat juga diminta tetap tenang namun waspada, mengingat status Gunung Api Kerinci saat ini berada pada Level II atau Waspada.

Berita Terkait

Musda IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh : Soni Indra Kembali Terpilih, Tim Pemekaran Terbentuk
Perumda Tirta Sakti Kerinci Bentuk Satgas Kemarau, Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Air Bersih
Antrian Pengambilan Gaji ASN di Bank Jambi Masih Terjadi, Nasabah Pertanyakan Kapan M-Banking Kembali Aktif
ISMI Kerinci Berbagi ! Gandeng Nailah Hairat Wisata, Tawarkan Paket Umrah Mulai Rp27 Jutaan
579 Pejabat Fungsional Pemkab Kerinci Dilantik, Bupati Monadi Tekankan Integritas dan Pelayanan Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Polres Kerinci Imbau Warga Gunakan Masker dan Waspadai Karhutla
Surat Edaran Sekolah Daring di Jambi Ternyata Hoaks, Kominfo Ungkap Fakta Sebenarnya
BREAKING NEWS: Sekolah di Jambi Beralih ke Pembelajaran Daring Mulai 26 Agustus 2026
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:40 WIB

Musda IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh : Soni Indra Kembali Terpilih, Tim Pemekaran Terbentuk

Jumat, 4 September 2026 - 17:51 WIB

Perumda Tirta Sakti Kerinci Bentuk Satgas Kemarau, Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Air Bersih

Kamis, 3 September 2026 - 05:00 WIB

Antrian Pengambilan Gaji ASN di Bank Jambi Masih Terjadi, Nasabah Pertanyakan Kapan M-Banking Kembali Aktif

Selasa, 1 September 2026 - 21:36 WIB

ISMI Kerinci Berbagi ! Gandeng Nailah Hairat Wisata, Tawarkan Paket Umrah Mulai Rp27 Jutaan

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

579 Pejabat Fungsional Pemkab Kerinci Dilantik, Bupati Monadi Tekankan Integritas dan Pelayanan Masyarakat

Berita Terbaru