Padang-Kemacetan panjang terjadi di jalur utama dari Padang menuju Bukittinggi selama periode libur. Lonjakan kendaraan yang signifikan membuat arus lalu lintas tersendat dan bahkan nyaris tidak bergerak di beberapa titik strategis.
Kepadatan kendaraan didominasi oleh wisatawan dan pemudik yang memanfaatkan momen libur panjang. Jalur Padang-Bukittinggi yang dikenal sebagai akses utama menuju destinasi wisata di Sumatera Barat pun mengalami tekanan luar biasa.
Mengatasi situasi tersebut, pihak kepolisian bersama dinas perhubungan langsung menerapkan sistem satu arah atau one way. Kebijakan ini dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan volume kendaraan dari kedua arah.
Petugas tampak berjaga di sejumlah titik rawan kemacetan untuk mengatur arus lalu lintas. Pengendara diarahkan mengikuti skema one way demi mengurai kepadatan yang terjadi sejak pagi hingga malam hari.
Dampak dari kemacetan ini membuat waktu tempuh perjalanan meningkat drastis. Jika biasanya perjalanan dari Padang ke Bukittinggi hanya memakan waktu sekitar dua jam, kini bisa berlipat hingga beberapa jam tergantung kondisi lalu lintas.
Selain itu, pengendara diimbau untuk tetap menjaga keselamatan dan tidak memaksakan diri saat kondisi jalan padat. Mengatur waktu keberangkatan dan mempertimbangkan jalur alternatif menjadi langkah penting untuk menghindari antrean panjang.
Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama puncak libur berlangsung.
Dengan diberlakukannya sistem one way, diharapkan kemacetan di jalur Padang-Bukittinggi dapat berangsur terurai dan mobilitas masyarakat kembali lancar, khususnya di kawasan wisata unggulan Sumatera Barat. (*/Tim)









