Jakarta-Seorang dosen matematika membuktikan bahwa ilmu yang dianggap rumit justru bisa menjadi jalan menuju kekayaan luar biasa. Sosok tersebut adalah James Harris Simons, yang sukses membangun kerajaan investasi hingga mengantarkannya menjadi miliarder dunia.
Kisah sukses ini bermula dari kecintaan Simons terhadap matematika sejak muda. Ia berhasil meraih gelar doktor di usia 23 tahun dari University of California, Berkeley dan kemudian mengajar di Harvard University. Tak hanya itu, ia juga sempat membantu pemerintah Amerika Serikat dalam memecahkan kode rahasia berbasis matematika.
Meski memiliki karier akademik yang cemerlang, Simons merasa penghasilannya sebagai dosen belum cukup. Ia kemudian mulai mencari cara lain untuk meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan keahliannya dalam matematika dan analisis data.
Langkah berani itu membawanya mendirikan perusahaan investasi berbasis kuantitatif bernama Renaissance Technologies pada 1982. Di perusahaan ini, ia mengumpulkan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan model matematika dalam membaca pergerakan pasar.
Pendekatan tersebut terbukti sangat sukses. Salah satu produk unggulannya, Medallion Fund, mampu menghasilkan keuntungan lebih dari US$100 miliar dalam kurun waktu 1988 hingga 2018. Imbal hasil tahunannya bahkan mencapai sekitar 66% sebelum biaya dan 39% setelah biaya.
Kinerja luar biasa itu membuatnya melampaui investor legendaris seperti Warren Buffett, George Soros, hingga Peter Lynch. Namun, dana tersebut tidak terbuka untuk publik dan hanya dikelola secara internal.
Berkat kesuksesan di dunia investasi, Simons berhasil mengumpulkan kekayaan mencapai US$30,7 miliar atau sekitar Rp482 triliun. Ia pun masuk dalam daftar orang terkaya dunia dan dikenal sebagai pelopor investasi berbasis data dan algoritma.
Simons meninggal dunia pada 10 Mei 2024 di New York City pada usia 86 tahun. Di akhir hidupnya, ia aktif dalam kegiatan filantropi dengan menyumbangkan sebagian besar hartanya untuk pendidikan dan riset, meninggalkan warisan besar di dunia sains dan investasi.(*/Tim)









