Harga Emas Anjlok Parah, Catat Rekor Terburuk Sejak 1983

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Pasar logam mulia global mengalami tekanan besar dalam sepekan terakhir. Harga emas tercatat merosot tajam dan berada di jalur penurunan mingguan terburuk sejak peristiwa krisis pada 1983.

Kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor global, mulai dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah hingga menguatnya dolar Amerika Serikat. Situasi tersebut mengubah arah preferensi investor dari aset aman seperti emas ke instrumen berbasis imbal hasil.

Tekanan Geopolitik dan Lonjakan Energi

Ketegangan di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama penurunan harga emas. Laporan internasional menyebut adanya potensi eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan militer.

Kondisi ini turut berdampak pada lonjakan harga energi global. Akibatnya, kekhawatiran inflasi meningkat kembali dan memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter global.

Investor kini mulai memperkirakan bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, berpotensi mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Hal ini membuat emas kehilangan daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Baca Juga :  Kurs Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Ditutup Rp17.695 pada Perdagangan 19 Mei 2026

Dolar Menguat, Emas Kehilangan Daya Tarik

Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi menjadi faktor tambahan yang menekan harga emas. Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke aset yang memberikan keuntungan lebih stabil.

Sebagai aset safe haven, emas biasanya diminati saat ketidakpastian meningkat. Namun, situasi saat ini menunjukkan dinamika berbeda, di mana kebutuhan likuiditas justru lebih diutamakan dibandingkan kepemilikan aset fisik.

Aksi Jual Besar-Besaran di Pasar

Analis pasar menyebut penurunan harga emas juga dipicu aksi ambil untung (profit taking) dan likuidasi besar-besaran oleh investor.

Selain itu, instrumen investasi berbasis emas seperti ETF mencatat arus keluar selama tiga pekan berturut-turut, dengan total pelepasan mencapai puluhan ton emas. Tekanan semakin kuat ketika harga menyentuh batas stop-loss, memicu penjualan otomatis dalam jumlah besar.

Data Harga Terbaru

Dalam perdagangan terakhir, harga emas dunia turun sekitar 3,1% ke level US$ 4.508,96 per ons. Penurunan ini berlangsung selama delapan hari berturut-turut, menjadi tren negatif terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Menguat, Bank Indonesia Yakin Stabilitas Terjaga

Tidak hanya emas, logam mulia lain juga mengalami nasib serupa. Harga perak anjlok lebih dari 6% dalam sehari, sementara platinum dan palladium turut mencatat koreksi signifikan dalam sepekan.

Meski demikian, secara tahunan harga emas masih mencatat kenaikan moderat sekitar 4% sejak awal tahun 2026.

Perubahan Pola Pasar Global

Fenomena ini menunjukkan perubahan perilaku pasar dalam menghadapi krisis global. Jika sebelumnya emas menjadi pilihan utama saat ketidakpastian meningkat, kini investor lebih memilih menyimpan likuiditas tunai.

Kondisi ini diperparah oleh tekanan di pasar saham global, yang mendorong investor melepas berbagai aset, termasuk emas, untuk menutup kerugian.

Dengan situasi yang masih dinamis, arah harga emas ke depan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, kebijakan suku bunga, serta stabilitas ekonomi global.

Berita Terkait

Data Desil DTSEN Tidak Sesuai? Begini Cara Mengubahnya Lewat HP
Freeport Investasikan Rp25 Triliun untuk Tambang Kucing Liar, Produksi Ditargetkan 2029
Anak Kurir SPX Express Dapat Beasiswa Kuliah di UI, ITB, dan UNP
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne Wafat dan Tak Miliki Anak, Tinggalkan Harta Rp867 Triliun
Cek Bansos September 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
Kekayaan Fantastis 10 Miliarder Termuda Forbes 400 2026, Ada yang Baru Berusia 30 Tahun
Alasan Pergantian Purbaya dari Menteri Keuangan, Ini Penjelasan Purbaya dan Istana
Dirjen Pajak Minta Mutasi Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Ini Jawaban Menkeu
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:00 WIB

Data Desil DTSEN Tidak Sesuai? Begini Cara Mengubahnya Lewat HP

Senin, 21 September 2026 - 10:00 WIB

Freeport Investasikan Rp25 Triliun untuk Tambang Kucing Liar, Produksi Ditargetkan 2029

Minggu, 20 September 2026 - 06:00 WIB

Anak Kurir SPX Express Dapat Beasiswa Kuliah di UI, ITB, dan UNP

Sabtu, 19 September 2026 - 06:02 WIB

Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne Wafat dan Tak Miliki Anak, Tinggalkan Harta Rp867 Triliun

Jumat, 18 September 2026 - 16:00 WIB

Cek Bansos September 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Berita Terbaru