OJK Sebut Bunga Kredit Turun ke 8%, Likuiditas Perbankan Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK : Bunga Kredit Turun 8 perse. Foto/ist

OJK : Bunga Kredit Turun 8 perse. Foto/ist

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan suku bunga kredit perbankan kini telah turun ke kisaran 8%. Penurunan ini dinilai cukup signifikan dibanding periode sebelumnya yang masih berada di atas 9%.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa kondisi tersebut sekaligus menepis anggapan bunga kredit masih tinggi. “Sekarang sudah turun, sudah cukup lumayan signifikan, sudah mendekati 8%. Sebelumnya masih di atas 9%,” ujarnya usai menghadiri The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF) di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), suku bunga kredit tercatat menurun sekitar 40 basis poin (bps), dari 9,20% pada awal 2025 menjadi 8,80% pada Januari 2026. Tren ini menunjukkan adanya pelonggaran biaya pinjaman di sektor perbankan.

Baca Juga :  Cara Membuka Rekening Atas Nama Badan Usaha & Perorangan

Menurut Dian, penurunan bunga kredit tidak lepas dari meningkatnya likuiditas perbankan. Salah satu faktor pendorongnya adalah penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke sistem perbankan, yang diperpanjang hingga September 2026.

“Itu menambah likuiditas sudah pasti, dan juga menekan tingkat suku bunga. Kalau likuiditas semakin banyak, persaingan dana akan lebih turun,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah disebut tidak lagi mendorong praktik suku bunga khusus (special rate). Kebijakan ini diarahkan untuk menciptakan struktur suku bunga yang lebih sehat dan berkeadilan di industri perbankan.

Baca Juga :  Resmi! Telkomsel, Indosat dan XLSMART Kuasai Frekuensi Baru, Internet 5G Indonesia Bakal Makin Kencang?

Dengan efisiensi biaya dana (cost of fund), bunga kredit kepada nasabah diharapkan ikut menurun. Kondisi ini berpotensi meningkatkan permintaan pinjaman, baik untuk konsumsi maupun kegiatan usaha.

OJK optimistis tren penurunan bunga kredit dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kalau bunga kredit ke nasabah turun, tentu ini akan mendorong orang melakukan pinjaman untuk konsumsi dan usaha, sehingga perekonomian semakin menggeliat,” pungkas Dian. (***)

Berita Terkait

AI Makin Dibutuhkan Industri Keuangan, Skill Ini Berpotensi Jadi Rebutan Perusahaan
Raksasa Teknologi Siapkan 8.900 Tenaga AI, Profesi Ini Bakal Makin Diburu
Resmi! Telkomsel, Indosat dan XLSMART Kuasai Frekuensi Baru, Internet 5G Indonesia Bakal Makin Kencang?
Punya Dolar AS? Cek Harga Jual Beli di BCA, BRI, Mandiri dan BNI Hari Ini
Tolak Pelatihan AI? Data Samsung Health Bisa Dihapus, Privasi Pengguna Jadi Sorotan
BI Rate Tinggi, Apakah Bunga KPR dan Cicilan Bank Bakal Naik?
Punya Uang Rp100 Juta? Cek Bunga Deposito BRI, BNI, Mandiri dan BCA Juli 2026
IHSG di Tengah Tekanan Suku Bunga Tinggi, Saham Ini Masih Layak Dicermati
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:00 WIB

AI Makin Dibutuhkan Industri Keuangan, Skill Ini Berpotensi Jadi Rebutan Perusahaan

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:00 WIB

Resmi! Telkomsel, Indosat dan XLSMART Kuasai Frekuensi Baru, Internet 5G Indonesia Bakal Makin Kencang?

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:23 WIB

Punya Dolar AS? Cek Harga Jual Beli di BCA, BRI, Mandiri dan BNI Hari Ini

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:05 WIB

Tolak Pelatihan AI? Data Samsung Health Bisa Dihapus, Privasi Pengguna Jadi Sorotan

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:02 WIB

BI Rate Tinggi, Apakah Bunga KPR dan Cicilan Bank Bakal Naik?

Berita Terbaru