Insiden Data Bocor, Coupang Siapkan Rp19 T untuk Pengguna

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Raksasa e-commerce Korea Selatan, Coupang, mengumumkan skema kompensasi besar-besaran senilai 1,69 triliun won atau sekitar Rp19 triliun menyusul insiden kebocoran data yang memengaruhi puluhan juta akun pengguna.

Mengacu laporan Reuters, kompensasi tersebut akan dibagikan kepada sekitar 33,7 juta pemilik akun dalam bentuk voucher senilai 50.000 won (sekitar Rp581 ribu) per orang. Voucher itu dapat digunakan di dalam ekosistem layanan Coupang.

Langkah ini segera memicu perdebatan di Korea Selatan. Sejumlah anggota parlemen menilai bentuk kompensasi tersebut tidak sepenuhnya berpihak pada konsumen terdampak.

Baca Juga :  Cloud Computing untuk Perusahaan Jadi Kunci Efisiensi 2026, Biaya Operasional Turun dan Produktivitas Naik

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Choi Min-hee, mengkritik bahwa voucher lebih menguntungkan perusahaan karena mendorong transaksi di platform yang sama, alih-alih memberikan ganti rugi yang fleksibel bagi korban kebocoran data.

“Skema ini terlihat seperti upaya mengubah krisis privasi menjadi peluang bisnis,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Dewan Nasional Organisasi Konsumen Korea. Mereka menilai mekanisme voucher cenderung bernuansa promosi dan tidak mencerminkan tingkat keseriusan pelanggaran data yang terjadi.

Pihak Coupang memilih tidak memberikan tanggapan lanjutan atas kritik tersebut. Sikap ini justru memperbesar sorotan publik dan politik terhadap perusahaan.

Baca Juga :  Trump Umumkan Tarif Global 10% Setelah Kalah di Mahkamah Agung AS

Parlemen Korea Selatan dikabarkan akan menggelar sidang khusus selama dua hari untuk membahas insiden kebocoran data tersebut, termasuk respons dan tanggung jawab perusahaan terhadap pengguna.

Sebelumnya, pendiri Coupang Kim Bom telah menyampaikan permintaan maaf terbuka atas insiden tersebut dan berjanji mempercepat proses kompensasi. Namun, ia tidak menghadiri agenda sidang parlemen dengan alasan jadwal lain yang telah ditetapkan.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut perlindungan data pribadi di sektor e-commerce yang memiliki jutaan pengguna aktif dan menyimpan informasi sensitif konsumen.

Berita Terkait

Apple Event 2026 Digelar Dini Hari, Ini Bocoran iPhone 18 Pro dan iPhone Lipat
Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina, Ditunjuk Urus Pengentasan Kemiskinan
Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga, Pasar Menanti Keputusan September 2026
10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements
WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya
Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap
APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus
US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 03:30 WIB

Apple Event 2026 Digelar Dini Hari, Ini Bocoran iPhone 18 Pro dan iPhone Lipat

Rabu, 9 September 2026 - 12:00 WIB

Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina, Ditunjuk Urus Pengentasan Kemiskinan

Selasa, 8 September 2026 - 01:00 WIB

Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga, Pasar Menanti Keputusan September 2026

Jumat, 4 September 2026 - 05:00 WIB

10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements

Kamis, 3 September 2026 - 18:04 WIB

WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya

Berita Terbaru