Resmi Berlaku PP 11 Tahun 2025, Gaji ASN Naik 8 Persen dan Pensiunan 12 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025 yang mengatur kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan mulai tahun anggaran 2026. Dalam kebijakan tersebut, gaji pokok ASN naik sebesar 8 persen, sementara pensiunan menerima kenaikan lebih tinggi yakni 12 persen. Aturan ini menjadi salah satu kebijakan fiskal strategis pemerintah untuk menjaga daya beli aparatur negara dan kelompok pensiunan di tengah dinamika ekonomi nasional.

Kenaikan gaji ini berlaku secara nasional dan mencakup seluruh ASN pusat maupun daerah, termasuk PNS dan PPPK sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian gaji dilakukan pada komponen gaji pokok, bukan pada tunjangan kinerja atau tunjangan lainnya. Dengan demikian, besaran tukin tetap mengikuti regulasi masing-masing instansi dan tidak otomatis mengalami kenaikan.

Bagi pensiunan PNS, kenaikan sebesar 12 persen dinilai sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap kelompok yang sudah tidak produktif secara struktural namun tetap bergantung pada pendapatan tetap. Pemerintah berharap penyesuaian ini mampu membantu pensiunan menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Start di Kerinci, Finis di Pekanbaru: IOX RAJA 2026 Uji Batas Manusia dan Mesin Sambil Promosikan Pesona Nusantara

Dalam skema penganggaran, pemerintah memastikan bahwa kenaikan gaji ASN dan pensiunan telah disesuaikan dengan kapasitas fiskal negara. Kementerian Keuangan menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang tanpa mengganggu stabilitas APBN serta tetap menjaga keseimbangan antara belanja pegawai dan belanja pembangunan nasional.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kenaikan gaji pokok tidak secara otomatis berdampak pada peningkatan tunjangan kinerja. Gaji pokok dan tukin merupakan dua komponen berbeda yang diatur dalam regulasi dan mekanisme anggaran terpisah. Hal ini dilakukan agar reformasi birokrasi tetap berorientasi pada kinerja, bukan semata pada peningkatan pendapatan tetap.

Alasan utama kenaikan gaji ASN dan pensiunan antara lain karena kondisi ekonomi nasional yang dinilai mulai stabil pascapandemi, serta sebagai respons terhadap tekanan inflasi dan kenaikan biaya hidup. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menjaga motivasi kerja ASN sekaligus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam pelayanan publik.

Baca Juga :  Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp820,9 Triliun, Ini Rincian PIP, KIP Kuliah dan Tunjangan Guru

Dengan berlakunya PP Nomor 11 Tahun 2025, pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan aparatur negara sebagai tulang punggung pelayanan publik. Kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat kelas menengah yang sebagian besar berasal dari kelompok ASN dan pensiunan.

Ke depan, pemerintah menargetkan agar kebijakan penggajian ASN tidak hanya bersifat penyesuaian nominal, tetapi juga sejalan dengan reformasi birokrasi yang berdampak langsung pada kualitas layanan kepada masyarakat. Dengan demikian, kenaikan gaji diharapkan memberi manfaat tidak hanya bagi individu ASN dan pensiunan, tetapi juga bagi publik secara luas (***)

Berita Terkait

Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun
BMKG Catat 2.610 Hotspot di Sumatra, Riau 355 Titik: Karhutla Makin Mengkhawatirkan
WhatsApp Diretas Lalu Kena Suspend, Komdigi Desak Meta Beri Klarifikasi 24 Agustus 2026
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Film Horor Terbaru 2026
BMKG Ungkap Kondisi Kekeringan Agustus 2026, Bagaimana Jambi, Sumbar dan Riau?
Berita ini 390 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:00 WIB

RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:00 WIB

BMKG Catat 2.610 Hotspot di Sumatra, Riau 355 Titik: Karhutla Makin Mengkhawatirkan

Berita Terbaru

Teknologi

Huawei FreeClip 2 S Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp3,49 Juta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 16:00 WIB