KERINCI — Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci berakhir tanpa kepastian. Seluruh tahapan telah tuntas sejak akhir Desember 2025, namun hingga lebih dari dua bulan berselang, hasil seleksi—termasuk pengumuman tiga besar—belum juga diumumkan.
Jadwal seleksi telah disusun rinci. Pendaftaran dan penerimaan berkas berlangsung pada 10–24 Desember 2025, disusul pemeriksaan administrasi dan rekam jejak pada 24–25 Desember. Hasil administrasi diumumkan 25 Desember, kemudian penulisan makalah pada 26 Desember, wawancara 27–28 Desember, serta assessment center pada 30–31 Desember 2025. Setelah itu, proses seolah berhenti.
Ketiadaan pengumuman memantik tanda tanya di kalangan peserta. Seorang sumber menyebut jeda waktu yang panjang sulit diterima. “Tahapan sudah selesai. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Ini menggantung dan menimbulkan spekulasi,” kata sumber tersebut.
Upaya meminta penjelasan kepada Kepala BKPSDM Kabupaten Kerinci, Suhatril, S.H., M.H., tak berbuah hasil. Panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirimkan kepadanya tak direspons hingga berita ini ditulis. Pemerintah daerah pun belum menyampaikan keterangan resmi.
Seleksi ini membuka enam jabatan strategis: Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Bappeda Litbang, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Total 26 aparatur sipil negara dinyatakan lolos administrasi dan mengikuti uji kompetensi teknis serta manajerial.
Lambannya pengumuman hasil menempatkan proses seleksi pada sorotan. Tanpa penjelasan terbuka, keterlambatan ini berpotensi menggerus kepercayaan peserta dan publik terhadap prinsip transparansi dan kepastian hukum dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kabupaten Kerinci.
Hingga kini, pertanyaan paling mendasar belum terjawab: mengapa hasil seleksi yang diklaim telah rampung tak kunjung diumumkan, dan siapa yang bertanggung jawab atas kebuntuan ini. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









