Dua Hari Berturut-turut Trading Halt, Purbaya: IHSG Akan Pulih 2–3 Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dihentikan sementara atau trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8 persen pada Kamis (29/1/2026). Ini menjadi trading halt kedua dalam sepekan, setelah sehari sebelumnya kondisi serupa juga terjadi pada Rabu (28/1/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan tajam terhadap IHSG dipicu oleh kepanikan pelaku pasar, menyusul kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berdampak pada persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia.

“Yang saya bisa pastikan adalah fondasi ekonomi kita gak bermasalah, akan semakin cepat ke depan. Ini mungkin orang shock akan possibility kita pasarnya dianggap pasar frontier level,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga :  Wajah dan Suara Dipalsukan AI, Praktisi Teknologi Ingatkan Bahaya Penipuan Baru

Menurut Purbaya, secara fundamental kondisi ekonomi Indonesia masih kuat dan stabil. Oleh karena itu, ia meyakini pelemahan IHSG tidak akan berlangsung lama dan hanya bersifat sementara.

“Ini jelas shock sementara karena fundamental kita gak masalah,” katanya.

Ia memperkirakan gejolak pasar akibat isu MSCI tersebut hanya akan bertahan dalam jangka waktu singkat.

“Biasanya 2 hari, 2 setengah hari, 2 hari 3 hari habis sudah,” tambahnya.

Purbaya juga optimistis IHSG akan kembali bangkit seiring dengan penguatan fondasi ekonomi nasional serta langkah-langkah pembenahan internal yang dilakukan di Kementerian Keuangan. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons isu MSCI.

Baca Juga :  Belanja Modal Anjlok Jadi Rp 44 Miliar, TPP ASN Kota Sungai Penuh Terancam Dikurangi

“Nanti mungkin Pak Mahendra akan menjelaskan lebih detail langkah apa yang akan diambil oleh OJK. Tadi pagi antara lain membicarakan hal tersebut dan sudah disimpulkan apa yang akan dilakukan,” ucapnya.

Sebagai informasi, tekanan terhadap IHSG muncul setelah MSCI memutuskan menghentikan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan emiten Indonesia. Setidaknya terdapat dua isu utama yang menekan pasar.

Pertama, pembekuan rebalancing indeks MSCI pada Februari 2026. Kedua, MSCI menilai data yang diajukan otoritas pasar Indonesia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan transparansi. MSCI pun meminta Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan terkait keterbukaan data hingga Mei 2026.

Berita Terkait

Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun
Kapolda Metro Jaya Sebar Nomor WhatsApp Aduan 08118129494, Warga Bisa Laporkan Gangguan Kamtibmas
IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan
Segini Gaji Ketua dan Anggota Ombudsman R
Kapolri Suyudi Mutasi 199 Perwira, 3 Kapolda dan Kakorlantas Diganti
Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026: Ini 4 Poin yang Ditunggu Pengemudi
Tabungan Emas BRImo vs Livin’ by Mandiri Oktober 2026: Modal Rp10 Ribu, Cek Biaya Admin dan Cara Beli
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kapolda Metro Jaya Sebar Nomor WhatsApp Aduan 08118129494, Warga Bisa Laporkan Gangguan Kamtibmas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:00 WIB

IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Kapolri Suyudi Mutasi 199 Perwira, 3 Kapolda dan Kakorlantas Diganti

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru