BI Rate Naik Jadi 5,50%, KPR Subsidi Tetap 5%! Kabar Baik untuk Calon Pembeli Rumah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rumah subsidi 2026 dengan informasi bunga KPR subsidi tetap 5 persen meski BI Rate naik menjadi 5,50 persen.

Ilustrasi rumah subsidi 2026 dengan informasi bunga KPR subsidi tetap 5 persen meski BI Rate naik menjadi 5,50 persen.

Jakarta – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50 persen sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang berencana membeli rumah. Namun, pemerintah memastikan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tetap berjalan dengan bunga rendah sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih memiliki kesempatan besar untuk memiliki hunian impian.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Menurutnya, hingga saat ini bunga KPR subsidi masih tetap berada di level 5 persen. Tidak hanya itu, uang muka atau down payment (DP) sebesar 1 persen juga belum mengalami perubahan meskipun suku bunga acuan nasional mengalami kenaikan.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan membeli rumah pertama. Pasalnya, kenaikan BI Rate biasanya berpotensi memengaruhi bunga kredit perbankan, termasuk kredit perumahan. Namun khusus untuk rumah subsidi, pemerintah masih memberikan berbagai insentif agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

Selain bunga rendah, pemerintah juga mempertahankan sejumlah fasilitas yang mampu menekan biaya pembelian rumah. Di antaranya adalah pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta penggratisan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Insentif tersebut membuat biaya awal kepemilikan rumah menjadi jauh lebih ringan dibandingkan pembelian rumah komersial.

Baca Juga :  Cara Warren Buffett Lawan Inflasi: Fokus pada 3 Aset Ini

Maruarar mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil. Pemerintah tidak hanya fokus menciptakan iklim investasi yang sehat, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti perumahan tetap menjadi prioritas utama pembangunan nasional.

Di tengah tingginya harga tanah dan material konstruksi, pemerintah juga mulai mengoptimalkan pemanfaatan aset negara untuk pembangunan rumah rakyat. Sejumlah lahan milik negara yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan diarahkan untuk mendukung program penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang menghadapi tekanan dari gejolak ekonomi global. Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga naik menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.

Bagi masyarakat yang berencana membeli rumah pada 2026, kondisi saat ini dinilai masih cukup menarik untuk memanfaatkan program KPR subsidi. Dengan bunga tetap 5 persen, DP hanya 1 persen, serta berbagai insentif tambahan dari pemerintah, peluang memiliki rumah sendiri masih terbuka lebar meski tren suku bunga sedang meningkat.

Baca Juga :  Harga Buyback Emas Pegadaian 23 September 2026 Turun, Cek Harga Antam, UBS dan Galeri 24

FAQ

Apakah BI Rate yang naik membuat bunga KPR subsidi ikut naik?

Tidak. Pemerintah memastikan bunga KPR subsidi tetap 5 persen hingga saat ini.

Berapa DP rumah subsidi pada 2026?

DP rumah subsidi masih dipertahankan sebesar 1 persen.

Siapa yang bisa mengajukan KPR subsidi?

Program ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah.

Apakah biaya BPHTB masih gratis?

Ya. Pemerintah masih memberikan pembebasan BPHTB untuk mendukung kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Mengapa BI menaikkan suku bunga acuan?

Untuk menjaga stabilitas rupiah dan meredam dampak gejolak ekonomi global yang memengaruhi pasar keuangan.

Apakah sekarang waktu yang tepat membeli rumah subsidi?

Banyak pengamat menilai saat ini masih menjadi waktu yang menarik karena bunga KPR subsidi tetap rendah dan berbagai insentif pemerintah masih berlaku. (Tim)

Berita Terkait

Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar
Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam
Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat
Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah
IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Oktober 2026: Antam Rp2,6 Juta, Cek Tabel UBS dan Galeri 24
The Fed Tahan Suku Bunga di 4%, Rupiah Tertekan dan Investor Menanti Keputusan Berikutnya
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah

Berita Terbaru

Bisnis

Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar

Sabtu, 31 Okt 2026 - 21:00 WIB