OLAHRAGA–Timnas Indonesia terus mematangkan persiapan jelang tampil pada FIFA Series 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 23–31 Maret 2026. Pada laga pertama, skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis. Pelatih kepala John Herdman menilai momentum ini sangat penting untuk mempercepat proses peningkatan kualitas tim nasional.
Herdman menyampaikan bahwa tim tengah berada dalam fase transisi usai pergantian pelatih, namun para pemain menunjukkan semangat tinggi untuk berkembang. Dirinya berharap, periode persiapan ini menjadi pijakan bagi Garuda untuk tampil lebih kompetitif di level internasional.
1. Herdman Sebut Tekanan Publik Justru Jadi Energi Tambahan
Sebagai pelatih baru menggantikan Patrick Kluivert, John Herdman mewarisi ekspektasi besar dari masyarakat Indonesia. Ia mengakui tekanan tersebut nyata, tetapi menurutnya hal itu justru menjadi dorongan kuat untuk membentuk tim yang lebih solid.
Herdman membawa rekam jejak apik dari pengalamannya menukangi Selandia Baru dan Kanada. Ia percaya kualitas pemain Indonesia dapat bersaing apabila ditopang konsistensi dan fondasi taktik yang tepat.
“Saya pernah membawa tim putri Selandia Baru dan tim Kanada ke tingkat yang lebih tinggi. Saya melihat potensi serupa di Indonesia,” ujar Herdman melalui kanal YouTube resmi Timnas Indonesia, Selasa (20/1/2026).
“Bangsa ini memiliki gairah besar terhadap sepak bola. Saya yakin Indonesia siap melangkah ke level berikutnya.”
2. Komitmen Herdman: Tinggalkan Fondasi Jangka Panjang untuk Garuda
Lebih jauh, Herdman menegaskan bahwa tujuannya bukan hanya mengejar hasil instan. Ia berambisi membangun sistem dan budaya kerja yang dapat bertahan lama, bahkan setelah ia tidak lagi membesut Timnas Indonesia.
“Saya ingin meninggalkan fondasi yang bermanfaat bagi generasi pemain berikutnya,” kata Herdman.
Turnamen FIFA Series 2026 akan menjadi debut resmi Herdman. Jika Timnas Indonesia mampu melalui pertandingan pembuka dengan baik, skuad Garuda berpotensi melaju dan menghadapi Bulgaria di laga pamungkas.









