OLAHRAGA-Pemerintah Amerika Serikat akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait meningkatnya tekanan agar status tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 dicabut.
Sorotan internasional muncul setelah Presiden Donald Trump memberlakukan kebijakan pembatasan visa yang berdampak terhadap puluhan negara, termasuk beberapa peserta turnamen.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—dengan porsi terbesar pertandingan berlangsung di Amerika Serikat, yakni 78 dari total 104 laga yang tersebar di 11 kota penyelenggara seperti Los Angeles, Houston, Miami, Seattle, hingga New York/New Jersey.
Kebijakan imigrasi terbaru Trump memicu respons keras karena pada Januari 2026 pemerintah menangguhkan pemrosesan visa imigran dari 75 negara tanpa batas waktu. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa mobilitas penonton, khususnya dari negara yang terdampak, akan terhambat dan berpotensi mengganggu kelancaran turnamen.
Sejumlah politisi Inggris dari empat partai bahkan mengajukan mosi di parlemen yang meminta badan olahraga internasional mempertimbangkan pencabutan status tuan rumah AS. Mereka menilai kebijakan imigrasi tersebut tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan yang menjadi syarat penyelenggaraan kompetisi berskala global.
Pemerintah AS Tegaskan Piala Dunia Tetap Aman
Menanggapi tekanan tersebut, pejabat Departemen Luar Negeri AS menyampaikan bahwa kebijakan visa imigran yang diberlakukan Presiden Trump tidak akan menghambat penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pemerintah menegaskan:
Pembatasan hanya berlaku untuk visa imigran.
Visa non-imigran—termasuk visa turis, atlet, keluarga pendamping, staf resmi, dan media—tetap dapat diproses dan disetujui.
Penonton yang telah membeli tiket turnamen tetap dapat mengajukan permohonan visa non-imigran sesuai ketentuan yang berlaku.
Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menjelaskan bahwa keputusan menghentikan sementara penerbitan visa imigran dimaksudkan untuk mencegah potensi penyalahgunaan sistem jaminan sosial oleh pemohon asing. Menurutnya, kebijakan itu bukan ditujukan kepada wisatawan atau partisipan Piala Dunia.
Fasilitas Khusus untuk Penonton Internasional
Di sisi lain, FIFA dan pemerintah AS telah menyiapkan kebijakan pendukung berupa prioritas jadwal wawancara visa bagi pemegang tiket resmi Piala Dunia melalui program khusus yang sudah disosialisasikan panitia. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa arus kedatangan suporter internasional tidak terganggu oleh kebijakan imigrasi yang berlaku.
FIFA juga mengingatkan bahwa kepemilikan tiket tidak otomatis menjamin akses masuk ke AS, sehingga para penonton diminta untuk memastikan persyaratan visa mereka terpenuhi jauh sebelum turnamen dimulai.









