Surat Edaran Baru Dinkes Pessel: Honorer Tidak Lagi Diakui, Hanya 5 Status Kepegawaian Resmi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Painan – Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor: 800.1/XX/DINKES/2025 terkait status ketenagaan di RSUD Muhammad Zein Painan, RSUD Tapan, serta seluruh Puskesmas mulai 31 Desember 2025. Edaran tersebut ditujukan kepada para direktur rumah sakit dan kepala Puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan untuk segera menyesuaikan status kepegawaian sesuai ketentuan Undang-Undang ASN terbaru.

Dalam surat yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Agustina Rahmadhani itu ditegaskan bahwa penataan tenaga non-ASN harus mengikuti amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, di mana pegawai pemerintah dibagi ke dalam Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). UU tersebut juga menegaskan bahwa pegawai non-ASN wajib diselesaikan statusnya paling lambat Desember 2024.

Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa sejak aturan tersebut berlaku, pemerintah dilarang mengangkat pegawai non-ASN atau tenaga honorer dengan nama lain apa pun. Seluruh proses rekrutmen hanya dapat dilakukan melalui mekanisme ASN yang sah sesuai ketentuan nasional. Hal ini kembali dipertegas lewat Surat Edaran PANRB Nomor B/185/M.SM.02.03/2022 yang mengatur penyelesaian status tenaga non-ASN.

Baca Juga :  Azhar Hamzah Hadir di Tradisi Patang Balimau Inderapura

Edaran PANRB itu secara rinci melarang penerimaan tenaga honorer baru di instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, terhitung sejak 31 Mei 2022.

Pejabat pembina kepegawaian juga diminta memastikan tidak terjadi praktik pengangkatan tenaga baru di luar skema ASN resmi. Jika terbukti melanggar, pemerintah dapat memberikan sanksi administratif hingga menghentikan alur penerimaan tersebut.
Melalui Surat Edaran ini, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan meminta seluruh unit layanan kesehatan segera melakukan pendataan dan verifikasi ulang tenaga kerja yang masih aktif. Evaluasi tersebut bertujuan memastikan bahwa mulai 1 Januari 2026, status ketenagaan di seluruh fasilitas kesehatan daerah benar-benar sesuai regulasi pemerintah pusat.

Dalam edaran itu juga ditegaskan bahwa hanya lima kategori tenaga yang diakui sebagai bagian dari struktur kepegawaian resmi. Kelima kategori tersebut yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pegawai PPPK paruh waktu, pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta tenaga Outsourcing sesuai kebutuhan layanan dasar.

Baca Juga :  Fadly Amran Lantik Raju Minropa sebagai Pj Sekda Padang

Dengan adanya penegasan ini, pemerintah daerah berharap tidak ada lagi kesalahan administrasi atau penggunaan istilah yang tidak sesuai ketentuan di lingkungan Dinas Kesehatan. Seluruh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan diminta segera menindaklanjuti dan menyesuaikan struktur SDM masing-masing agar tidak bertentangan dengan kebijakan nasional.

Dinas Kesehatan Pesisir Selatan juga menekankan bahwa surat edaran tersebut bersifat penting dan harus menjadi perhatian seluruh unit layanan. Penyelarasan status ketenagaan diharapkan dapat mendukung tertib administrasi, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta kepastian hukum bagi seluruh pegawai yang bekerja di lingkungan RSUD dan Puskesmas. (fyo/***)

Berita Terkait

Hasil Liga Indonesia: Persib Bungkam Semen Padang, Jaga Peluang Juara
Ramainya Pasar Ateh Bukittinggi Saat Lebaran, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kebersihan & Hospitality
Padang-Bukittinggi Macet Parah, Sistem One Way Diterapkan, Ini Dampaknya ke Perjalanan Libur
Wisata Kerinci & Sumbar Membludak Saat Lebaran 2026, Kemacetan Parah hingga 5 Jam Lebih
Kisah Inspiratif Haji Sagi: Dari Pedagang Kecil Jadi Raja Emas Andalas
Gubernur Mahyeldi Ajukan Pusat Kebudayaan Sumbar Rp382,65 Miliar ke Menteri Kebudayaan
Kejaksaan Negeri Padang Tetapkan Anggota DPRD Sumbar Beny Saswin Nasrun Jadi DPO, Terkait Kasus Kredit Macet BNI 46
Azhar Hamzah Hadir di Tradisi Patang Balimau Inderapura
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 12:10 WIB

Hasil Liga Indonesia: Persib Bungkam Semen Padang, Jaga Peluang Juara

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:00 WIB

Ramainya Pasar Ateh Bukittinggi Saat Lebaran, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kebersihan & Hospitality

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:16 WIB

Padang-Bukittinggi Macet Parah, Sistem One Way Diterapkan, Ini Dampaknya ke Perjalanan Libur

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:19 WIB

Wisata Kerinci & Sumbar Membludak Saat Lebaran 2026, Kemacetan Parah hingga 5 Jam Lebih

Senin, 16 Maret 2026 - 05:00 WIB

Kisah Inspiratif Haji Sagi: Dari Pedagang Kecil Jadi Raja Emas Andalas

Berita Terbaru

Ekonomi

Cara Verifikasi DANA Premium Cepat Disetujui, Anti Gagal!

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:00 WIB