APBN 2025 Solid: Pajak Rp1.917 Triliun dan Defisit Rp695 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA-Realisasi sementara APBN 2025 kembali menunjukkan performa kuat di tengah tekanan ekonomi global dan domestik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN tetap menjadi instrumen kebijakan paling responsif, terutama ketika perekonomian nasional mengalami perlambatan. Dalam pemaparan APBN KiTA di Jakarta, Kamis (8/1), Menkeu menyebut tahun 2025 sebagai tahun yang penuh volatilitas, namun pengelolaan fiskal tetap terkendali dan efektif.

Di sisi pendapatan negara, pemerintah mencatat realisasi sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari outlook. Komponen terbesar masih berasal dari penerimaan perpajakan yang mencapai Rp2.217,9 triliun. Dari angka tersebut, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target yang ditetapkan Rp2.187,3 triliun. Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai menyumbang Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target, menunjukkan kinerja yang hampir mencapai sempurna di sektor perdagangan dan pengawasan barang masuk maupun keluar negeri.

Selain perpajakan, PNBP memberikan dorongan kuat dengan realisasi mencapai Rp534,1 triliun atau 104 persen dari target. Lonjakan penerimaan hibah juga menambah ruang fiskal dengan capaian Rp4,3 triliun, jauh melampaui target Rp1 triliun. Kombinasi ini membuat struktur pendapatan negara tetap terjaga meskipun tekanan ekonomi global menekan aktivitas konsumsi dan produksi nasional pada tahun 2025.

Baca Juga :  Pensiunan PNS Bersiap Terima Gaji April dan Gaji ke-13

Dari sisi belanja, pemerintah telah merealisasikan Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari outlook tahun berjalan. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp2.602,3 triliun, terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp1.500,4 triliun dan belanja non-K/L Rp1.102 triliun. Sementara itu, transfer ke daerah telah mencapai Rp849 triliun, memastikan roda pemerintahan daerah dan layanan publik tetap berjalan optimal.

Menghitung selisih antara pendapatan dan belanja negara, APBN 2025 mencatat defisit sebesar Rp695,1 triliun. Defisit ini setara dengan 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), masih berada pada batas aman fiskal yang ditetapkan pemerintah, yakni maksimal 3 persen. Pemerintah menegaskan bahwa defisit ini merupakan bagian dari kebijakan countercyclical untuk menjaga ekonomi tetap bergerak di tengah perlambatan global tanpa mengorbankan stabilitas fiskal jangka panjang.

Baca Juga :  Raffi Ahmad Salurkan Bantuan Rp5 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Sumbar

Menkeu Purbaya menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia sedang berada dalam tren perlambatan, sehingga APBN perlu memberikan stimulus yang tepat sasaran. Meski demikian, disiplin fiskal tetap menjadi pegangan utama sehingga defisit tidak dibiarkan melewati batas aman. Pemerintah memastikan seluruh pembiayaan diarahkan untuk menjaga konsumsi, daya beli, dan keberlanjutan program prioritas.

Dengan menguatnya fondasi perekonomian, Menkeu optimistis defisit pada 2026 dapat ditekan lebih rendah seiring meningkatnya momentum pertumbuhan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen pada 2026 dan berupaya mendorongnya lebih tinggi melalui peran aktif APBN sebagai pendorong utama aktivitas ekonomi nasional.
Ke depan, APBN 2026 akan dioptimalkan tidak hanya sebagai instrumen pertumbuhan, tetapi juga sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dari gejolak ekonomi global. Dengan kombinasi penguatan pendapatan, efisiensi belanja, dan pembiayaan yang terukur, pemerintah yakin mesin pertumbuhan nasional dapat bergerak lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. (fyo/*)

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus 5,3%, Airlangga Hartarto Pastikan Aman dari Krisis 1998
Usai Pamit dari MK, Anwar Usman Tiba-tiba Pingsan di Gedung Mahkamah Konstitusi
Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati April 2026, Ini Nama Kajati Baru dari Jabar hingga Sumut
Shopee hingga Tokopedia Bakal Pungut Pajak Seller, Pemerintah Siapkan Aturan Baru 2026
Thomas Ramdhan Isyaratkan Hengkang dari GIGI, Unggahan Emosional Jadi Sorotan
Kepala BGN Buka Suara Soal Anggaran Rp113 Miliar untuk EO, Ini Penjelasannya
Kejagung Tetap Gunakan BPKP untuk Audit Kerugian Negara Meski MK Tetapkan BPK
Tegas! Prabowo Minta Praktik Tambang Ilegal Dihentikan Total
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:02 WIB

Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus 5,3%, Airlangga Hartarto Pastikan Aman dari Krisis 1998

Selasa, 14 April 2026 - 06:05 WIB

Usai Pamit dari MK, Anwar Usman Tiba-tiba Pingsan di Gedung Mahkamah Konstitusi

Selasa, 14 April 2026 - 01:02 WIB

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati April 2026, Ini Nama Kajati Baru dari Jabar hingga Sumut

Senin, 13 April 2026 - 07:15 WIB

Shopee hingga Tokopedia Bakal Pungut Pajak Seller, Pemerintah Siapkan Aturan Baru 2026

Senin, 13 April 2026 - 04:00 WIB

Thomas Ramdhan Isyaratkan Hengkang dari GIGI, Unggahan Emosional Jadi Sorotan

Berita Terbaru