Jakarta – Kegagalan Timnas Indonesia mencapai target di ajang SEA Games Thailand berujung pada keputusan tegas PSSI untuk memberhentikan Indra Syafri dari jabatan pelatih Timnas Indonesia U-22. Langkah ini diambil setelah Garuda Muda gagal melaju ke fase selanjutnya akibat hasil kurang maksimal di babak penyisihan grup.
Indra Sjafri merupakan pelatih senior yang lahir pada 2 Februari 1963. Pria asal Sumatera Barat tersebut dikenal luas sebagai sosok yang berjasa besar dalam pembinaan sepak bola usia muda Indonesia. Ia telah dipercaya menangani berbagai kelompok umur tim nasional, mulai dari U-12, U-17, U-19 hingga U-22, dan sempat melatih klub Liga 1, Bali United.
Pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan itu memulai karier sepak bolanya sebagai pemain PSP Padang pada era 1980-an. Setelah pensiun, Indra Sjafri beralih ke dunia kepelatihan dan bahkan sudah mulai melatih sejak masih duduk di bangku SMA. Sebelum dikenal luas, ia juga pernah bekerja sebagai karyawan PT Pos Indonesia Padang.
Nama Indra Syafri mulai melejit secara nasional pada 2013 setelah sukses membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 dengan mengalahkan Vietnam di partai final melalui adu penalti. Prestasi tersebut mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 22 tahun tanpa gelar juara di level Asia Tenggara dan menjadi tonggak penting dalam karier kepelatihannya.
Tak hanya itu, Indra Syafri juga membawa Timnas U-19 lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2014 setelah mengalahkan Korea Selatan pada babak kualifikasi. Meski sempat diberhentikan karena gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia U-20 2015, ia kembali dipercaya dan mencatat sejarah dengan mempersembahkan medali emas SEA Games 2023 di Kamboja setelah penantian 32 tahun.
Selain berkarier sebagai pelatih, Indra Syafri juga pernah menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI sejak Februari 2020. Namun terkait urusan finansial, Indra dikenal tertutup. Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari PSSI maupun Indra Syafri mengenai besaran gaji yang diterimanya selama menangani Timnas Indonesia maupun saat menjabat sebagai Dirtek.
Meski demikian, publik sempat mendapatkan gambaran mengenai kisaran gaji pelatih Timnas Indonesia. Pada era kepemimpinan Mochamad Iriawan atau Iwan Bule sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019–2023, ia pernah mengungkapkan bahwa gaji pelatih Timnas Indonesia berada di kisaran Rp2 miliar per bulan, belum termasuk fasilitas tambahan dari federasi.
Pemberhentian Indra Syafri kali ini dipicu kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games Thailand setelah hanya finis sebagai runner-up Grup C dengan raihan tiga poin. Garuda Muda kalah bersaing dengan Malaysia dalam perebutan status runner-up terbaik akibat kalah produktivitas gol. Menyikapi hasil tersebut, Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menegaskan bahwa PSSI telah melakukan evaluasi mendalam sebagai bagian dari pembenahan tim nasional ke depan. (***)
Editor : Fanda Yosephta









