Mulai 1 Agustus 2026, Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli Resmi Pungut Pajak Penjual, Ini Mekanismenya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pemerintah resmi menerapkan mekanisme baru pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) bagi penjual di marketplace mulai 1 Agustus 2026. Kebijakan ini berlaku pada platform perdagangan elektronik seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli yang telah ditunjuk sebagai pemungut pajak.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menegaskan bahwa aturan tersebut bukan merupakan jenis pajak baru. Perubahan hanya terjadi pada mekanisme pemungutannya. Sebelumnya, penjual menyetor pajak secara mandiri. Kini, marketplace yang ditunjuk akan memungut, menyetor, dan melaporkannya kepada pemerintah.

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 tentang penunjukan Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebagai pemungut PPh Pasal 22. Pemerintah menunjuk marketplace berdasarkan kesiapan sistem, skala transaksi, kapasitas administrasi, penggunaan rekening escrow, serta kemampuan pelaporan pajak secara elektronik.

Dalam pelaksanaannya, marketplace akan memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari peredaran bruto penjual. Dasar pengenaan pajak adalah nilai transaksi yang belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) maupun Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Baca Juga :  Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik

Mekanismenya dimulai ketika pembeli melakukan pembayaran melalui marketplace. Selanjutnya, platform akan menghitung dan memotong PPh penjual, menerbitkan invoice, menyetorkan hasil pungutan ke kas negara, lalu melaporkannya melalui Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Unifikasi.

Meski demikian, tidak semua penjual akan dikenakan pemungutan tersebut. Aturan hanya berlaku bagi seller yang memiliki omzet atau peredaran bruto lebih dari Rp500 juta dalam satu tahun. Pelaku usaha dengan omzet di bawah batas tersebut tetap memperoleh fasilitas sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Sebagai ilustrasi, apabila seorang penjual memperoleh transaksi sebesar Rp2.000.000 melalui marketplace, maka PPh Pasal 22 yang dipungut sebesar 0,5 persen atau Rp10.000. Marketplace akan memotong nilai tersebut sebelum hasil penjualan diteruskan kepada penjual.

Baca Juga :  Wajib Tahu! Biaya Layanan Shopee 2026 Naik hingga 9,5%, Gratis Ongkir Berubah dan Bebani Seller

Pelaku industri e-commerce menyambut kebijakan ini sebagai langkah untuk meningkatkan kepastian hukum dan menciptakan persaingan usaha yang lebih adil antara toko daring dan luring. Pemerintah juga berharap sistem baru ini mampu meningkatkan kepatuhan pajak tanpa menambah beban administrasi bagi pelaku usaha yang berjualan melalui platform digital.

FAQ

Apakah ini pajak baru?
Tidak. Pemerintah menegaskan ini bukan pajak baru, melainkan perubahan mekanisme pemungutannya.

Kapan aturan mulai berlaku?
Mulai 1 Agustus 2026.

Marketplace apa saja yang terdampak?
Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan marketplace lain yang ditunjuk pemerintah.

Berapa tarif pajaknya?
PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari peredaran bruto sesuai ketentuan.

Apakah semua penjual dikenakan?
Tidak. Pemungutan berlaku bagi penjual dengan omzet di atas Rp500 juta per tahun. (Tim)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah
IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Oktober 2026: Antam Rp2,6 Juta, Cek Tabel UBS dan Galeri 24
The Fed Tahan Suku Bunga di 4%, Rupiah Tertekan dan Investor Menanti Keputusan Berikutnya
Harga Emas Antam di Pegadaian 29 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,6 Juta, 100 Gram Tembus Rp254 Juta
Rupiah Tembus Rp18.184 per Dolar AS, BI Intervensi Pasar dan Serap SBN
IHSG Menguat ke 5.282, Saham ASII dan BBCA Melonjak pada Penutupan 28 Oktober 2026
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:33 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Oktober 2026: Antam Rp2,6 Juta, Cek Tabel UBS dan Galeri 24

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:45 WIB

The Fed Tahan Suku Bunga di 4%, Rupiah Tertekan dan Investor Menanti Keputusan Berikutnya

Berita Terbaru