7 Negara yang Dulu Pernah Kaya, Kini Terpuruk dalam Kemiskinan, Irak Salah Satunya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Sejumlah negara di dunia pernah berada pada puncak kejayaan berkat sumber daya alam melimpah maupun aktivitas ekonomi yang kuat. Namun berbagai faktor, mulai dari konflik berkepanjangan, salah urus kebijakan, hingga perubahan kondisi global, membuat sebagian di antaranya mengalami kemunduran drastis. Dalam standar Bank Dunia, beberapa negara yang dulunya makmur kini justru masuk kategori miskin. Berikut tujuh negara yang pernah berjaya namun kini menghadapi tantangan berat dalam pembangunan.

1. Mali
Pada abad ke-13 hingga 14, Kekaisaran Mali dikenal sebagai salah satu wilayah terkaya di dunia. Di bawah kepemimpinan Mansa Musa, Mali memiliki cadangan emas melimpah yang diperdagangkan hingga ke Mesir, Persia, dan Eropa. Runtuhnya kekaisaran pada abad ke-16 membuat wilayah ini kehilangan kekuatan ekonomi. Kini sebagian besar penduduk Mali menggantungkan hidup pada pertanian musiman dan masuk dalam daftar negara dengan tingkat pembangunan rendah.

2. Irak
Irak pernah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terpesat pada 1960–1970-an berkat minyak bumi. Infrastruktur, layanan kesehatan, dan pendidikan tumbuh pesat pada masa tersebut. Namun rentetan konflik, invasi, serta perebutan kekuasaan di dalam negeri membuat stabilitas Irak runtuh. Kondisi itu berdampak pada merosotnya ekonomi hingga membuat negara tersebut sulit kembali pada kejayaan sebelumnya.

Baca Juga :  Viral Wanita Nikahi Dua Pria Austria Sekaligus, Mahar Capai Rp1 Miliar

3. Kuba
Kuba sempat berada di jajaran negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di Benua Amerika. Industri gula, pariwisata, serta tingginya kepemilikan mobil dan telepon menandai masa keemasan pada 1950-an. Ketimpangan ekonomi, kekuasaan yang represif, kejahatan terorganisir, dan gejolak sosial pada akhirnya membuat perekonomian Kuba menurun tajam.

4. Zimbabwe
Pada era 1980-an, Zimbabwe dikenal sebagai negara dengan pertanian kuat dan kekayaan alam yang besar. Namun pada awal 2000-an, kebijakan perebutan lahan pertanian membuat produksi pangan anjlok. Hiperinflasi ekstrem dan resesi berkepanjangan menghantam negara tersebut, menjadikannya salah satu negara termiskin di kawasan Afrika.

5. Nauru
Nauru pernah menikmati kemakmuran besar berkat cadangan fosfat yang menjadi komoditas penting industri pupuk. Pada 1970-an, pendapatan per kapita negara ini termasuk yang tertinggi di dunia. Ketika cadangan fosfat menipis, pemerintah mencoba diversifikasi ekonomi, namun penempatan dana yang tidak tepat justru menjerumuskan Nauru ke krisis utang. Sistem perbankan dan telekomunikasi runtuh, diikuti menurunnya kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Tiga Logam Ini Meroket Lebih Tinggi dari Emas, Investor Dunia Mulai Berburu

6. Venezuela
Venezuela tidak tergolong negara miskin di masa lalu, namun ketergantungan besar pada minyak—yang menyumbang hingga 90 persen pendapatan negara—membuat ekonomi rentan. Ketika harga minyak jatuh pada 2014, Venezuela terjerembap dalam hiperinflasi dan krisis politik. Kondisi ini menyebabkan jutaan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

7. Latvia
Sebelum Perang Dunia II, Latvia termasuk negara kaya di Eropa dengan hasil hutan dan pertanian yang melimpah. Namun pendudukan Nazi dan kemudian Soviet membuat negara ini tertinggal jauh dari sebelumnya. Dampak perang dan masa pendudukan panjang meninggalkan beban ekonomi yang sulit dipulihkan dalam waktu singkat. (***)

Berita Terkait

Resmi Latih Timnas Prancis, Zidane Akui Tolak Tawaran Klub Selama 5 Tahun
Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang
Fajar/Fikri Juara China Open 2026: Ganda Putra Indonesia Sukses Pertahankan Gelar!
Kematian Pangeran Kerajaan Arab Saudi di Hotel Mewah London: Penyebab Sebenarnya Diungkap Pengadilan
Pep Guardiola Dikabarkan Minta Gaji Rp409 Miliar untuk Latih Timnas Italia
Breaking News: PM Singapura Lawrence Wong Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri Baru
Benarkah Lamine Yamal Masih Keluarga Lionel Messi? Simak Faktanya
Real Madrid Rajai Statistik Piala Dunia 2026, Mbappe Jadi Mesin Gol
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:00 WIB

Resmi Latih Timnas Prancis, Zidane Akui Tolak Tawaran Klub Selama 5 Tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:05 WIB

Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang

Senin, 27 Juli 2026 - 00:05 WIB

Fajar/Fikri Juara China Open 2026: Ganda Putra Indonesia Sukses Pertahankan Gelar!

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kematian Pangeran Kerajaan Arab Saudi di Hotel Mewah London: Penyebab Sebenarnya Diungkap Pengadilan

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:00 WIB

Pep Guardiola Dikabarkan Minta Gaji Rp409 Miliar untuk Latih Timnas Italia

Berita Terbaru

Bisnis

Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 02:06 WIB