SUNGAI PENUH – Pelantikan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sungai Penuh oleh Wali Kota Alfin, S.H., menjadi perhatian masyarakat.
Setelah pelantikan tersebut, muncul harapan agar pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah semakin terbuka. Harapan itu disampaikan pensiunan PNS, Astia Asnawi.
Astia mengusulkan agar setiap penerimaan dan pengeluaran dana BAZNAS diumumkan melalui media sosial. Menurut dia, langkah tersebut akan memudahkan para penyumbang mengetahui penggunaan dana.
“Alangkah baiknya setiap uang masuk dan keluar diumumkan di medsos, seperti FB, IG, TikTok, dan lainnya. Sehingga para penyumbang bisa tahu,” ujar Astia Asnawi.
Astia menyebut dirinya merupakan mantan PNS yang pernah menjadi penyetor sumbangan BAZNAS. Pengalaman tersebut menjadi alasan dirinya berharap informasi mengenai pengelolaan dana dapat disampaikan secara terbuka.
Menurut Astia, informasi yang dipublikasikan dapat mencakup jumlah penerimaan, program penyaluran, serta realisasi bantuan. Publikasi tetap dapat dilakukan dengan menjaga kerahasiaan identitas penerima manfaat.
Permintaan tersebut menjadi bagian dari harapan masyarakat setelah pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh dilantik. Keterbukaan informasi diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mudah mengetahui program dan penggunaan dana yang dikelola lembaga tersebut.
Pernyataan Astia bukan merupakan tudingan adanya penyimpangan. Ia menyampaikan harapan agar informasi pengelolaan dana BAZNAS semakin mudah diakses masyarakat. BAZNAS Kota Sungai Penuh juga perlu diberikan ruang untuk menjelaskan sistem pelaporan dan publikasi keuangannya.
Masyarakat dapat meminta informasi melalui kanal resmi BAZNAS terkait laporan penerimaan dan penyaluran dana. Dokumen resmi diperlukan agar informasi mengenai pengelolaan dana dapat diketahui berdasarkan data, bukan sekadar asumsi. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









