TEKNOLOGI – Pemerintah China dilaporkan memperketat pengawasan terhadap perjalanan internasional para profesional yang bekerja di sektor kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan teknologi strategis.
Kebijakan tersebut kini disebut tidak hanya menyasar para eksekutif atau pekerja teknologi yang dianggap memiliki akses terhadap informasi penting. Anggota keluarga mereka juga dilaporkan ikut terdampak.
Menurut laporan yang dikutip dari Gizmodo, sejumlah lembaga pemerintah China mulai memberitahukan aturan tersebut kepada individu yang masuk dalam kategori tertentu.
Mereka disebut mencakup pendiri perusahaan rintisan teknologi, pimpinan perusahaan AI, serta eksekutif yang bekerja di bidang teknologi yang dianggap memiliki nilai strategis bagi negara.
Keluarga Eksekutif Disebut Harus Mendapat Persetujuan
Dalam aturan yang dilaporkan tersebut, kerabat dekat seperti pasangan dan anak dari sejumlah eksekutif di bidang AI dan chip disebut harus memperoleh persetujuan pemerintah sebelum bepergian ke luar negeri.
Persyaratan itu bahkan disebut berlaku untuk perjalanan yang sifatnya singkat.
Dengan demikian, seorang eksekutif teknologi yang masuk dalam kategori tertentu bukan hanya harus memperhatikan pembatasan perjalanan dirinya sendiri. Perjalanan anggota keluarganya ke luar negeri juga dapat memerlukan persetujuan terlebih dahulu.
Meski demikian, kebijakan tersebut tidak berarti seluruh keluarga pekerja AI di China otomatis dilarang bepergian ke luar negeri.
Laporan yang beredar menyebut aturan diterapkan terhadap individu dan kelompok tertentu yang dianggap berkaitan dengan teknologi strategis.
Bukan Larangan Keluar Negeri Total
Salah satu hal penting dari kebijakan ini adalah statusnya bukan berupa larangan mutlak untuk melakukan perjalanan internasional.
Para individu yang terdampak masih dapat bepergian, tetapi harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari otoritas terkait.
Dua orang yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan sejumlah individu telah diberi informasi mengenai kewajiban memperoleh izin bagi perjalanan anggota keluarga mereka.
Namun, belum jelas apakah seluruh keluarga profesional AI yang sebelumnya sudah terkena pembatasan perjalanan otomatis masuk dalam ketentuan baru tersebut.
Informasi mengenai cakupan penerapan aturan juga masih terbatas.
China Sebelumnya Sudah Batasi Perjalanan Talenta AI
Pembatasan terhadap keluarga ini muncul setelah China sebelumnya dilaporkan telah memperketat mobilitas sejumlah talenta teknologi yang dianggap strategis.
Kelompok tersebut mencakup pengusaha, peneliti, dan eksekutif yang dinilai mempunyai akses terhadap pengetahuan atau teknologi penting.
Beberapa perusahaan besar dan startup AI China disebut terdampak oleh kebijakan pembatasan tersebut, termasuk perusahaan teknologi besar seperti Alibaba dan startup AI DeepSeek.
Langkah Beijing tersebut tidak dapat dilepaskan dari persaingan teknologi China dengan negara lain, khususnya dalam pengembangan AI dan industri semikonduktor.
Teknologi AI dan chip kini menjadi bagian penting dalam persaingan ekonomi sekaligus strategis antarnegara.
Aturan Baru Mulai Berlaku September
Perluasan pembatasan perjalanan tersebut juga disebut berkaitan dengan aturan baru China mengenai larangan keluar negeri.
Aturan tersebut mulai berlaku pada 15 September 2026 dan mencakup sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan seseorang dikenai pembatasan perjalanan.
Kondisinya antara lain berkaitan dengan penyelidikan kriminal serta dugaan pelanggaran yang berhubungan dengan keamanan industri dan teknologi.
Pemerintah China juga disebut dapat menambahkan individu lain ke dalam daftar yang mendapatkan pembatasan sesuai perkembangan kasus dan kebutuhan kebijakan.
Artinya, daftar orang yang terkena pembatasan perjalanan berpotensi berubah dan bertambah dari waktu ke waktu.
Mengapa Talenta AI Mendapat Perhatian Khusus?
Industri AI menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian besar pemerintah China karena teknologi tersebut dianggap strategis bagi masa depan ekonomi dan keamanan nasional.
China tengah berusaha memperkuat kemampuan domestiknya dalam pengembangan model AI, chip, robotika, dan berbagai teknologi pendukung.
Dalam situasi persaingan teknologi global, mobilitas para peneliti dan eksekutif yang menguasai pengetahuan strategis menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian pemerintah.
Pembatasan perjalanan dapat menjadi cara bagi pemerintah untuk mengurangi risiko perpindahan informasi atau pengetahuan teknologi yang dianggap sensitif.
Namun, kebijakan semacam ini juga berpotensi menimbulkan konsekuensi bagi perusahaan dan pekerja teknologi karena kebebasan mobilitas menjadi lebih terbatas.
Keluarga Ikut Terdampak, Mobilitas Semakin Ketat
Jika laporan mengenai perluasan aturan tersebut benar, kebijakan China menunjukkan bahwa pengawasan terhadap talenta teknologi strategis tidak lagi hanya berfokus pada individu yang bekerja langsung dalam proyek tertentu.
Anggota keluarga juga dapat menjadi bagian dari mekanisme pengawasan perjalanan.
Hal ini membuat aktivitas perjalanan internasional para eksekutif AI dan perusahaan chip menjadi lebih kompleks.
Perjalanan untuk keperluan bisnis, pendidikan, maupun liburan dapat memerlukan proses persetujuan apabila individu tersebut termasuk kategori yang ditetapkan pemerintah.
Meski begitu, detail lengkap mengenai siapa saja yang wajib meminta izin dan bagaimana mekanisme pengajuannya belum dipublikasikan secara luas.
Persaingan AI China dan AS Makin Strategis
Kebijakan tersebut muncul di tengah persaingan teknologi yang semakin intens antara China dan Amerika Serikat.
AI dan semikonduktor menjadi dua bidang utama dalam persaingan tersebut. Pembatasan ekspor teknologi chip, pengembangan prosesor AI, serta upaya membangun ekosistem teknologi domestik menjadi bagian dari dinamika hubungan kedua negara.
China sendiri terus mendorong pengembangan teknologi AI dalam negeri dan meningkatkan kemampuan perusahaan lokal.
Dalam konteks tersebut, para peneliti, insinyur, pendiri startup, dan eksekutif yang memiliki keahlian khusus menjadi sumber daya penting bagi industri teknologi nasional.
Karena itu, pembatasan mobilitas terhadap kelompok tertentu dinilai berkaitan dengan upaya menjaga pengetahuan dan kemampuan teknologi strategis tetap berada di dalam negeri.
Kesimpulan
China dilaporkan memperluas pembatasan perjalanan internasional bagi sejumlah talenta di sektor AI dan semikonduktor. Kebijakan tersebut bahkan disebut dapat mencakup pasangan dan anak dari eksekutif tertentu.
Namun, aturan ini bukan berarti mereka sepenuhnya dilarang bepergian ke luar negeri. Individu yang terkena ketentuan masih dapat melakukan perjalanan setelah memperoleh persetujuan pemerintah.
Sampai saat ini, cakupan lengkap kebijakan serta jumlah individu yang terdampak belum diketahui secara pasti. Karena informasi berasal dari sumber yang mengetahui kebijakan tersebut, detail penerapannya masih perlu menunggu penjelasan resmi dari pemerintah China.
Jika benar diterapkan secara luas, kebijakan tersebut menjadi sinyal semakin ketatnya pengawasan Beijing terhadap mobilitas sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan akses terhadap teknologi strategis.
FAQ
Apakah China melarang semua pekerja AI bepergian ke luar negeri?
Tidak. Kebijakan yang dilaporkan tidak berarti seluruh pekerja AI dilarang keluar negeri. Pembatasan berlaku terhadap kelompok atau individu tertentu yang dianggap memiliki akses terhadap teknologi dan informasi strategis.
Apakah keluarga eksekutif AI juga terkena aturan?
Menurut laporan yang beredar, pasangan dan anak dari sejumlah eksekutif tertentu disebut harus mendapatkan persetujuan pemerintah sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.
Kapan aturan baru tersebut mulai berlaku?
Aturan mengenai pembatasan keluar negeri yang disebut dalam laporan mulai berlaku pada 15 September 2026.
Mengapa China membatasi perjalanan talenta teknologi?
Salah satu latar belakangnya adalah upaya menjaga pengetahuan dan teknologi strategis di dalam negeri, terutama di tengah persaingan global dalam bidang AI dan semikonduktor.
Apakah DeepSeek dan Alibaba terdampak?
Laporan sebelumnya menyebut pembatasan perjalanan telah diterapkan terhadap sejumlah talenta di perusahaan seperti Alibaba dan startup AI DeepSeek. Namun, cakupan aturan baru terhadap masing-masing individu belum diketahui secara lengkap.









