OLAHRAGA-Sayembara untuk menentukan calon lawan berikutnya bagi Islam Makhachev mulai memunculkan satu nama yang dinilai paling layak. Juara kelas welter UFC yang baru itu masih menunggu jadwal resmi dari promotor, tetapi berbagai kandidat mulai saling bermunculan.
Makhachev yang dikenal tidak pernah pilih-pilih lawan sebelumnya menyatakan keinginannya untuk menghadapi mantan juara UFC, Kamaru Usman. Namun wacana itu langsung mendapat penolakan keras dari petarung kuat lain di divisi welter, Sean Brady.
Brady menilai Usman sudah tidak lagi berada pada posisi yang pantas untuk mendapatkan pertarungan perebutan gelar. Ia bahkan menuding keinginan Makhachev itu muncul karena faktor kedekatan personal dan manajemen yang sama.
“Saya pikir Ian Garry tidak akan dapat kesempatan lagi. Dan pertama-tama, Usman adalah pilihan paling tidak layak,” kata Brady, dikutip dari Championat. Ia menambahkan bahwa mendongkrak Usman ke laga titel justru tidak masuk akal. “Saya tahu apa yang sedang mereka coba lakukan, tetapi itu semua tidak logis.”
Alih-alih Usman, Brady menyodorkan satu nama lain yang dianggap lebih tepat: Michael Morales. Menurutnya, Morales jauh lebih layak berada di barisan terdepan penantang sabuk karena memegang rekor tak terkalahkan, serta baru saja mengalahkan dirinya dalam duel terakhir.
“Karena dia bisa mengalahkan saya, maka Morales layak mendapatkannya. Rekornya 19-0, dan dia baru saja menghabisi saya,” ucap Brady. Ia menegaskan bahwa dirinya sebenarnya adalah calon penantang gelar sebelum kekalahan tersebut, namun hasil itu membuat Morales lebih berhak.
Morales sendiri merupakan petarung muda yang mendapat kontrak UFC pada 2021. Meski masih terbilang baru di panggung utama MMA dunia, pengalaman bertarungnya tak bisa diremehkan. Sebelum bergabung di UFC, ia sudah menjalani 11 pertandingan profesional dan selalu tampil dominan.
Kini, nama Morales disebut-sebut sebagai kandidat paling masuk akal untuk menjadi lawan Makhachev berikutnya, terlebih dengan statusnya sebagai petarung tak tersentuh kekalahan. Sementara itu, publik MMA masih menunggu keputusan resmi pihak UFC untuk menentukan siapa yang akhirnya berdiri di hadapan sang juara welter baru.(***)









