PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memastikan rekonstruksi GOR H. Agus Salim Padang berjalan sesuai rencana. Hal itu disampaikan setelah meninjau langsung proses awal pekerjaan pada Minggu (16/8/2026).
Mahyeldi menilai pengawasan sejak tahap awal penting untuk memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga. Ia juga meminta seluruh pihak memperhatikan ketepatan pelaksanaan serta kepentingan masyarakat sekitar kawasan.
“Kita ingin memastikan sejak awal semuanya berjalan sesuai perencanaan. Kualitas harus menjadi perhatian, karena fasilitas ini akan digunakan dalam jangka panjang,” ujar Mahyeldi didampingi Kepala Dispora Sumbar Mahdianur.
Rekonstruksi GOR H. Agus Salim menjadi salah satu proyek penting bagi pengembangan olahraga di Sumatera Barat. Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk membangun ulang stadion dan kawasan olahraga tersebut.
Mahyeldi mengatakan proses pembersihan dan clearing kawasan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Setelah itu, pembangunan fisik diharapkan mulai memasuki tahap berikutnya pada September.
“Alhamdulillah, sesuai dengan perencanaan. Mudah-mudahan sampai akhir Agustus ini selesai untuk pembersihan dan clearing, sehingga nanti September mulai untuk pembangunan,” katanya.
Gubernur juga meminta pihak Adhi Karya mempresentasikan rencana pekerjaan secara langsung kepada pemerintah daerah. Menurutnya, pemaparan tersebut penting agar pemerintah mengetahui tahapan pembangunan sekaligus dapat mengantisipasi berbagai kendala sejak awal.
“Saya pribadi belum pernah bertemu dengan Adhi Karya yang bangunnya. Maka dari itu saya melalui Pak Kadis, saya ingin minta mereka untuk mempresentasikan apa yang akan mereka lakukan di sana,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan pembangunan tidak boleh hanya mengejar kecepatan penyelesaian. Kualitas konstruksi, manfaat fasilitas, keselamatan, serta keberlanjutan kawasan harus menjadi perhatian selama proyek berlangsung.
Sebelumnya, rencana rekonstruksi total GOR H. Agus Salim memang diarahkan untuk menghadirkan kompleks olahraga yang lebih modern. Kawasan tersebut dirancang memiliki stadion berstandar internasional, ruang publik olahraga, ruang terbuka hijau, serta fasilitas pendukung lainnya.
Mahyeldi berharap hasil rekonstruksi nantinya dapat memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan aktivitas olahraga masyarakat. Ia juga melihat peluang kawasan tersebut menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.
Salah satu agenda yang disebut Mahyeldi berkaitan dengan rencana pertemuan IORA pada 2027. Selain itu, terdapat pula peluang penyelenggaraan agenda olahraga Dunia Melayu yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Sumatera Barat.
“Berarti kita akan bisa persiapkan event-event internasional untuk ke depannya di GOR Agus Salim nanti, insya Allah,” katanya.
Mahyeldi menargetkan kawasan GOR H. Agus Salim dapat benar-benar siap setelah seluruh proses rekonstruksi selesai. Ia berharap persiapan untuk berbagai agenda pada 2028 dapat dilakukan sejak jauh hari.
“Insyaallah kita kawal bersama agar prosesnya berjalan baik. Kita ingin GOR ini nantinya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumatera Barat,” pungkasnya.
Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar yang ikut mendukung proses pembangunan. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI Andre Rosiade yang disebut memberikan dukungan terhadap rekonstruksi GOR H. Agus Salim.
Dengan rekonstruksi tersebut, GOR H. Agus Salim diharapkan tidak hanya menjadi stadion baru. Kawasan ini juga diproyeksikan menjadi pusat olahraga, ruang publik, dan bagian dari pengembangan sport tourism di Kota Padang. (*)









