Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, IHSG dan Rupiah Langsung Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan ketahanan yang kuat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal II 2026. Angka tersebut melampaui perkiraan pasar sebesar 5,10 persen sehingga langsung mendapat respons positif dari pelaku pasar keuangan.

Data pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi mendorong optimisme investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, naik 0,74 persen ke level 6.363,01. Sebanyak 436 saham menguat, sementara 179 saham melemah dan 172 saham bergerak stagnan.

Penguatan IHSG dipimpin sektor barang baku yang melonjak 2,34 persen. Sektor kesehatan mengikuti dengan kenaikan 1,94 persen, sedangkan sektor properti menguat 1,84 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik masih terjaga.

Tidak hanya pasar saham, nilai tukar rupiah juga mencatat penguatan signifikan. Mata uang Garuda terapresiasi sekitar 0,57 persen atau naik 103 poin ke posisi Rp17.924 per dolar Amerika Serikat. Penguatan rupiah mencerminkan meningkatnya sentimen positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Baca Juga :  Saham BUMI Berpotensi Naik, Analis Bidik Target hingga Rp181

Meski demikian, laju pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,61 persen. Perlambatan tersebut dinilai sebagai bagian dari proses normalisasi setelah pertumbuhan tinggi pada awal tahun, bukan tanda pelemahan ekonomi secara drastis.

BPS menjelaskan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat Rp3.576,2 triliun. Secara kuartalan, ekonomi Indonesia tumbuh 3,73 persen, sementara secara kumulatif semester I 2026 meningkat 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Analis menilai capaian tersebut memperlihatkan fondasi ekonomi nasional masih cukup solid. Konsumsi domestik, investasi, dan aktivitas usaha tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, meskipun momentum ekonomi mulai bergerak lebih moderat dibandingkan awal tahun.

Baca Juga :  Kurs Dolar AS Tembus Rp18.142, Euro Rp20.391, Ini Daftar Kurs BI Terbaru

Dengan pertumbuhan ekonomi yang melampaui ekspektasi, penguatan IHSG, serta apresiasi rupiah, Indonesia menunjukkan daya tahan yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pelaku pasar kini akan mencermati kebijakan Bank Indonesia, perkembangan inflasi, dan kondisi ekonomi internasasional sebagai penentu arah pasar pada semester kedua 2026.

FAQ

Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026?
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,29 persen (YoY).

Mengapa IHSG menguat?
IHSG naik karena data pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari perkiraan pasar sehingga meningkatkan optimisme investor.

Bagaimana pergerakan rupiah setelah data PDB dirilis?
Rupiah menguat sekitar 0,57 persen menjadi sekitar Rp17.924 per dolar AS.

Apakah ekonomi Indonesia masih melambat?
Dibanding kuartal I 2026 memang terjadi moderasi dari 5,61 persen menjadi 5,29 persen, namun hasil tersebut masih lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sehingga dinilai tetap positif. (Tim)

Berita Terkait

Harga Biodiesel Terbaru November 2026 Resmi Turun Jadi Rp14.312 per Liter, Ini Penyebab dan Dampaknya
Harga BBM Hari Ini 4 November 2026: Pertamax Rp16.650 di Sumbar, Cek Jambi, Sumut, Bengkulu dan SPBU Swasta
Harga Emas Antam Hari Ini 4 November 2026 Naik, 1 Gram Rp2,58 Juta! Cek Harga Buyback Terbaru
Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Ungkap Pertumbuhan Pinjaman September 2026
Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:00 WIB

Harga Biodiesel Terbaru November 2026 Resmi Turun Jadi Rp14.312 per Liter, Ini Penyebab dan Dampaknya

Rabu, 4 November 2026 - 16:30 WIB

Harga BBM Hari Ini 4 November 2026: Pertamax Rp16.650 di Sumbar, Cek Jambi, Sumut, Bengkulu dan SPBU Swasta

Rabu, 4 November 2026 - 08:35 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 4 November 2026 Naik, 1 Gram Rp2,58 Juta! Cek Harga Buyback Terbaru

Rabu, 4 November 2026 - 03:00 WIB

Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Ungkap Pertumbuhan Pinjaman September 2026

Rabu, 4 November 2026 - 01:02 WIB

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim

Berita Terbaru