Jakarta-Harga emas Antam diperkirakan masih menjadi perhatian investor pada pekan depan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, logam mulia diproyeksikan bergerak dalam rentang yang cukup lebar, membuka peluang sekaligus risiko bagi masyarakat yang berinvestasi emas.
Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas Antam berada di kisaran Rp2.440.000 hingga Rp2.740.000 per gram selama sepekan ke depan. Proyeksi tersebut muncul setelah harga emas Antam pada Minggu, 26 Juli 2026, tercatat sebesar Rp2.612.000 per gram, turun Rp2.000 dibandingkan pekan sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali justru mengalami kenaikan tipis. Nilainya naik menjadi Rp2.352.000 per gram, memberikan sinyal bahwa pasar emas masih memiliki daya tarik meski pergerakannya cenderung fluktuatif.
Di pasar global, harga emas diperkirakan bergerak pada kisaran 3.871 dolar AS hingga 4.240 dolar AS per troy ounce. Pergerakan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), kondisi inflasi global, hingga meningkatnya tensi geopolitik yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Fokus utama pelaku pasar pekan depan adalah hasil pertemuan Federal Reserve. Jika bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, maka indeks dolar AS berpotensi menguat. Kondisi ini biasanya memberi tekanan terhadap harga emas dunia karena investor beralih ke aset berbasis dolar.
Namun, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru dapat menahan penurunan harga emas di dalam negeri. Dengan kurs yang masih berada di atas Rp18.000 per dolar AS, harga emas Antam berpotensi tetap bertahan di level tinggi meskipun harga emas global mengalami koreksi.
Bagi investor jangka panjang, kondisi ini dinilai masih menjadi peluang untuk melakukan akumulasi secara bertahap. Emas tetap dikenal sebagai salah satu instrumen lindung nilai (safe haven) ketika pasar keuangan menghadapi ketidakpastian akibat inflasi, kebijakan moneter, maupun konflik geopolitik.
Meski demikian, investor disarankan tetap mencermati perkembangan keputusan The Fed, pergerakan dolar AS, harga minyak dunia, serta nilai tukar rupiah sebelum memutuskan membeli atau menjual emas. Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama arah harga emas Antam sepanjang pekan ini.
FAQ
Apakah harga emas Antam akan naik pekan depan?
Analis memproyeksikan harga emas Antam bergerak di kisaran Rp2.440.000 hingga Rp2.740.000 per gram, sehingga peluang kenaikan maupun penurunan tetap terbuka.
Mengapa harga emas dipengaruhi The Fed?
Karena kebijakan suku bunga The Fed memengaruhi nilai dolar AS. Dolar yang menguat biasanya memberi tekanan pada harga emas global.
Apakah sekarang waktu yang tepat membeli emas?
Bagi investor jangka panjang, pembelian secara bertahap (dollar cost averaging) masih menjadi strategi yang banyak digunakan untuk mengurangi risiko fluktuasi harga.
Mengapa harga emas Antam berbeda dengan harga emas dunia?
Harga emas Antam dipengaruhi harga emas internasional, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kebijakan penetapan harga domestik. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









