Harga BBM 12 September 2026 di Sumatera dan Jawa: Pertamax Berpotensi Naik, Subsidi Tetap

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Harga BBM Pertamina pada Sabtu, 12 September 2026, masih mengacu pada penyesuaian yang mulai berlaku 1 September 2026. Di tengah harga minyak dunia yang kembali bergerak di atas US$100 per barel dan meningkatnya risiko gangguan pasokan global, perhatian masyarakat kini tertuju pada kemungkinan perubahan harga BBM nonsubsidi, terutama Pertamax.

Sementara itu, pemerintah telah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak dinaikkan hingga akhir 2026. Dengan demikian, tekanan kenaikan harga minyak dunia lebih berpotensi tercermin pada BBM nonsubsidi dibandingkan BBM yang harganya ditetapkan pemerintah.

Harga BBM Pertamina 12 September 2026 di Jawa

Untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur, harga BBM Pertamina yang berlaku adalah:

Jenis BBM Harga per Liter
Pertalite Rp10.000
Biosolar Subsidi Rp6.800
Pertamax Rp15.950
Pertamax Green 95 Rp16.600
Pertamax Turbo Rp19.600
Dexlite Rp23.700
Pertamina Dex Rp25.200

Harga tersebut merupakan harga yang mulai berlaku pada 1 September dan masih menjadi acuan pada 12 September 2026. Pertamax tetap Rp15.950 per liter, sedangkan Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex mengalami kenaikan.

Harga BBM di Sumatera 12 September 2026

Harga di Sumatera berbeda menurut provinsi.

Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung

Jenis BBM Harga per Liter
Pertalite Rp10.000
Biosolar Subsidi Rp6.800
Pertamax Rp16.300
Pertamax Turbo Rp20.000
Dexlite Rp24.200
Pertamina Dex Rp25.750

Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau

Jenis BBM Harga per Liter
Pertalite Rp10.000
Biosolar Subsidi Rp6.800
Pertamax Rp16.650
Pertamax Turbo Rp20.450
Dexlite Rp24.750
Pertamina Dex Rp26.300

Perbedaan harga tersebut antara lain berkaitan dengan struktur pajak dan biaya distribusi di masing-masing wilayah.

Harga Minyak Dunia Kembali Jadi Perhatian

Tekanan terhadap harga BBM nonsubsidi semakin besar karena harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam sepanjang pekan ini.

Pada Jumat, 11 September 2026, harga minyak Brent sempat mendekati US$110 per barel sebelum terkoreksi. Data Reuters menunjukkan Brent berada sekitar US$105,17 per barel, sementara WTI sekitar US$100,04 per barel pada perdagangan Jumat. Meski turun pada hari tersebut, kedua benchmark masih berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 9 persen.

Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak akibat konflik dan serangan terhadap jalur pelayaran strategis di Timur Tengah.

Kondisi ini penting bagi Indonesia karena harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya pengadaan BBM dan kondisi fiskal nasional.

IEA Peringatkan Pasokan Minyak 2026 Bisa Turun

Risiko kenaikan harga minyak belum sepenuhnya hilang.

Badan Energi Internasional atau IEA memperkirakan pasokan minyak dunia pada 2026 dapat turun sekitar 5,7 juta barel per hari, atau sekitar 6 persen. IEA juga menyebut pemulihan penuh pasokan minyak dari kawasan Teluk dapat tertunda hingga 2027.

Baca Juga :  Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama dan Murah di Tokopedia 2026, Mulai Rp28 Ribuan

Persediaan minyak global juga mengalami penurunan. Menurut IEA, stok global turun sekitar 3,1 juta barel per hari pada Agustus.

Situasi tersebut membuat pasar minyak menjadi sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik.

Apakah Harga Pertamax Berpotensi Naik?

Potensi kenaikan harga Pertamax tetap terbuka, tetapi belum berarti Pertamax pasti naik dalam waktu dekat.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

Pertama, harga minyak mentah dunia saat ini berada jauh di atas level yang sebelumnya menjadi acuan ketika harga BBM nonsubsidi ditetapkan.

Kedua, kenaikan harga minyak tidak langsung berarti harga Pertamax otomatis naik. Pertamina dan pemerintah perlu mempertimbangkan harga rata-rata minyak, biaya pengolahan dan distribusi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta kondisi pasar BBM.

Ketiga, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi, sehingga ruang penyesuaian harganya lebih besar dibandingkan Pertalite dan Biosolar yang mendapatkan pengaturan pemerintah.

Dengan kata lain, apabila harga minyak dunia bertahan tinggi dalam periode yang cukup lama, tekanan untuk menyesuaikan harga Pertamax akan semakin besar.

Namun, jika harga minyak kembali turun dan kondisi pasar global membaik, tekanan tersebut juga dapat berkurang.

Mengapa Pertamax Bisa Naik tetapi Pertalite Tidak?

Perbedaan utama terletak pada mekanisme penetapan harga.

BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti pertimbangan keekonomian dan perkembangan biaya pengadaan. Karena itu, ketika harga minyak dunia dan biaya produk BBM meningkat, harga jual nonsubsidi memiliki peluang untuk disesuaikan.

Sementara itu, pemerintah telah menyatakan harga BBM subsidi tidak dinaikkan sampai akhir 2026.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

Artinya, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter berdasarkan harga yang berlaku saat ini.

Pemerintah Hadapi Dilema Harga Minyak Tinggi

Kondisi harga minyak dunia menciptakan tantangan tersendiri bagi pemerintah.

Jika harga BBM subsidi dinaikkan, masyarakat akan menghadapi tambahan biaya transportasi dan berpotensi mengalami kenaikan harga barang.

Namun jika harga BBM subsidi dipertahankan ketika harga minyak dunia tinggi, beban fiskal pemerintah dapat meningkat karena kebutuhan kompensasi dan subsidi.

Karena itu, mempertahankan harga Pertalite dan Biosolar menjadi salah satu cara pemerintah menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat.

Apa Dampaknya Jika Pertamax Naik?

Jika Pertamax mengalami kenaikan, dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik kendaraan yang menggunakan RON 92.

Baca Juga :  Harga BBM hingga Emas Turun! Ini 5 Berita Ekonomi Paling Dicari Hari Ini

Kenaikan harga BBM nonsubsidi dapat memengaruhi biaya operasional kendaraan, distribusi barang dan jasa, serta keputusan konsumen dalam memilih jenis BBM.

Namun dampaknya terhadap inflasi tidak otomatis sebesar kenaikan harga BBM subsidi, karena Pertalite digunakan oleh kelompok konsumen yang jauh lebih luas.

Hal inilah yang membuat pemerintah memiliki insentif kuat untuk mempertahankan harga BBM subsidi ketika kondisi ekonomi membutuhkan stabilitas harga.

Harga BBM 12 September 2026: Mana yang Paling Berisiko Naik?

Jika harga minyak dunia tetap bertahan di level tinggi, perhatian pasar kemungkinan lebih besar tertuju pada BBM nonsubsidi.

Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex sudah mengalami kenaikan pada September. Di Jawa, misalnya, Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.600, Dexlite menjadi Rp23.700 dan Pertamina Dex menjadi Rp25.200 per liter.

Pertamax sendiri masih berada di Rp15.950 per liter di Jawa.

Kondisi tersebut membuat Pertamax menjadi salah satu harga yang paling diperhatikan konsumen jika tekanan harga minyak dunia berlanjut.

Skenario yang perlu diperhatikan

Skenario pertama: harga minyak kembali turun.
Jika ketegangan geopolitik mereda dan jalur pelayaran kembali normal, harga minyak dapat terkoreksi sehingga tekanan terhadap BBM nonsubsidi ikut berkurang.

Skenario kedua: harga minyak bertahan di atas US$100.
Jika Brent terus bertahan di sekitar atau di atas US$100 per barel, tekanan terhadap biaya pengadaan BBM akan tetap tinggi. Peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi menjadi lebih besar.

Skenario ketiga: gangguan pasokan semakin parah.
Jika gangguan di Timur Tengah berlanjut dan pasokan global semakin ketat, harga minyak dapat kembali menuju level yang lebih tinggi. Dalam kondisi tersebut, tekanan terhadap harga BBM nonsubsidi akan semakin kuat.

Kesimpulan

Harga BBM 12 September 2026 belum berubah dari penetapan 1 September. Pertalite masih Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.

Di Jawa, Pertamax berada di Rp15.950 per liter, sedangkan di sebagian besar wilayah Sumatera harganya Rp16.300 dan di Sumatera Barat, Riau serta Kepulauan Riau Rp16.650 per liter.

Di tengah kondisi tersebut, harga minyak dunia menjadi faktor yang patut diperhatikan. Brent sempat mendekati US$110 per barel pada pekan ini sebelum turun kembali ke sekitar US$105 per barel pada Jumat.

Pertamax berpotensi mengalami penyesuaian apabila harga minyak dunia dan biaya pengadaan BBM tetap tinggi, tetapi kenaikan tersebut belum dapat dipastikan. Sebaliknya, pemerintah telah menyatakan BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026.

Bagi masyarakat, perkembangan harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah menjadi dua faktor utama yang perlu dipantau menjelang penetapan harga BBM bulan berikutnya. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel
Car Insurance Rates: 7 Ways to Lower Your Premium in 2026
Pre-order iPhone 18 Pro Dibuka Hari Ini, Harga Mulai Rp21,11 Juta: Cek Spesifikasi dan Fitur Terbarunya
Harga Emas Antam Hari Ini 12 September 2026: 1 Gram Rp2,604 Juta, Cek Daftar Lengkapnya
Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk
Harga Emas Pegadaian 12 September 2026 Turun, Antam dan UBS Kompak Merosot
Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Pertamax Berpotensi Naik hingga Rp20.000 per Liter
Home Insurance 2026: 9 Things Your Policy May Not Cover
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel

Sabtu, 12 September 2026 - 15:00 WIB

Car Insurance Rates: 7 Ways to Lower Your Premium in 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:00 WIB

Pre-order iPhone 18 Pro Dibuka Hari Ini, Harga Mulai Rp21,11 Juta: Cek Spesifikasi dan Fitur Terbarunya

Sabtu, 12 September 2026 - 10:19 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 12 September 2026: 1 Gram Rp2,604 Juta, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk

Berita Terbaru

Bisnis

Car Insurance Rates: 7 Ways to Lower Your Premium in 2026

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:00 WIB