Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Konflik AS-Iran Jadi Pemicu Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Mata uang Garuda diproyeksikan berada di kisaran Rp17.940 hingga Rp18.000 per dolar AS seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan Senin (20/7/2026), rupiah berada di level Rp17.948 per dolar AS, atau melemah sekitar 27 poin (0,15 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan eksternal masih mendominasi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pengamat ekonomi dan pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, penguatan dolar AS dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan balasan kedua negara memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama karena kawasan tersebut menjadi jalur utama distribusi energi dunia melalui Selat Hormuz.

Ketegangan geopolitik itu turut mengerek harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi memunculkan kembali kekhawatiran bahwa inflasi di Amerika Serikat akan bertahan lebih tinggi dari target. Kondisi tersebut berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga semakin memperkuat posisi dolar AS di pasar global.

Baca Juga :  Serbu Sekarang! Promo TikTok Shop 4.4 2026 Diskon 90% + Ongkir Gratis Mulai 30 Ribu

Dari sisi domestik, ekonomi Indonesia juga menghadapi tantangan. Perlambatan konsumsi rumah tangga dan investasi yang belum mampu mengimbangi lemahnya permintaan diperkirakan membuat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 berada di kisaran 4,9 persen secara tahunan (year on year). Meski realisasi investasi mencapai Rp511,8 triliun atau tumbuh 7,1 persen, kontribusinya dinilai belum cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan di atas 5 persen.

Analis menilai selama ketidakpastian global masih tinggi, volatilitas rupiah berpotensi berlanjut. Investor juga akan mencermati arah kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dalam beberapa pekan ke depan.

Pelaku pasar disarankan terus memantau perkembangan konflik geopolitik, harga minyak dunia, data inflasi AS, hingga kebijakan bank sentral global karena faktor-faktor tersebut diperkirakan masih menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Kurs Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Ditutup Rp17.695 pada Perdagangan 19 Mei 2026

FAQ

Mengapa rupiah melemah hari ini?
Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS akibat meningkatnya konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak dunia, serta ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat.

Berapa prediksi kurs rupiah hari ini?
Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.940 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Apa dampak kenaikan harga minyak terhadap rupiah?
Harga minyak yang meningkat mendorong inflasi global, memperkuat dolar AS, dan meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Apakah Bank Indonesia akan melakukan intervensi?
Bank Indonesia umumnya akan menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing jika volatilitas dinilai berlebihan.

Apa yang perlu diperhatikan investor?
Investor perlu memantau perkembangan konflik Timur Tengah, keputusan Federal Reserve, inflasi AS, harga minyak, serta kebijakan Bank Indonesia yang akan memengaruhi arah rupiah dalam waktu dekat. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar
Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 Oktober 2026, 1 Gram Rp2.613.000
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 20 Oktober 2026: 24 Karat Rp2,191 Juta per Gram
Cara Cetak Emas Fisik di ATM Pegadaian, Saldo Minimal 1,1 Gram dan Lokasinya
IHSG Berpotensi Naik 18,6% Jika Saham HSC Dikeluarkan, Ini Penjelasan BEI
Pasar Global Bergejolak, Minyak di Atas US$100 dan Rupiah Tertekan Isu MSCI
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:26 WIB

BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 Oktober 2026, 1 Gram Rp2.613.000

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 20 Oktober 2026: 24 Karat Rp2,191 Juta per Gram

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Cara Cetak Emas Fisik di ATM Pegadaian, Saldo Minimal 1,1 Gram dan Lokasinya

Berita Terbaru