OJK Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Sensus Ekonomi 2026. Peringatan ini disampaikan seiring pelaksanaan sensus nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia.

Menurut Friderica, OJK mendukung penuh pelaksanaan sensus tersebut dan mengimbau seluruh pelaku usaha jasa keuangan memberikan informasi yang benar kepada petugas resmi BPS.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan sensus berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan mengaku sebagai petugas sensus.

“Kami tidak menutup kemungkinan ada pihak yang mendompleng kegiatan ini. Karena itu masyarakat harus tetap waspada dan memastikan bahwa petugas yang datang benar-benar berasal dari BPS,” ujarnya dalam konferensi pers Seminar on Scams, Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Danantara Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Ini Nasib Karyawannya

Masyarakat Diminta Verifikasi Identitas Petugas

Friderica menjelaskan bahwa seluruh petugas lapangan BPS telah dibekali prosedur operasional standar (SOP) yang ketat serta identitas resmi.

Masyarakat diimbau untuk memeriksa kartu identitas petugas dan melakukan konfirmasi kepada pengurus RT/RW apabila terdapat keraguan terhadap petugas yang datang melakukan pendataan.

Menurutnya, dalam praktiknya petugas sensus biasanya telah berkoordinasi lebih dahulu dengan perangkat lingkungan sebelum melakukan pendataan langsung ke masyarakat.

Pendataan Dilakukan Secara Tatap Muka

BPS merekrut sekitar 190 ribu petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh Indonesia.

Sebagian besar pendataan dilakukan melalui wawancara tatap muka dari rumah ke rumah. Selain mengajukan pertanyaan, petugas juga bertugas menjelaskan konsep maupun definisi dalam kuesioner agar seluruh responden memiliki pemahaman yang sama sehingga data yang dikumpulkan lebih akurat dan konsisten.

Sementara itu, bagi perusahaan atau pelaku usaha berskala besar yang memiliki sistem administrasi lengkap, BPS menyediakan opsi pengisian kuesioner secara daring (online) guna mempermudah proses pendataan.

Baca Juga :  10 Aplikasi Pinjaman Online Cepat Cair dan Aman di Indonesia Terdaftar OJK 2026

OJK berharap masyarakat tetap kooperatif dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, namun tidak lengah terhadap berbagai modus kejahatan yang mengatasnamakan kegiatan tersebut.

FAQ

Apa yang diingatkan OJK kepada masyarakat?
OJK mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan petugas Sensus Ekonomi 2026.

Bagaimana memastikan petugas sensus resmi?
Masyarakat dapat memeriksa kartu identitas petugas dan mengonfirmasi kepada RT/RW atau pihak BPS setempat.

Apakah semua pendataan dilakukan secara tatap muka?
Sebagian besar dilakukan melalui wawancara langsung, sedangkan usaha besar dapat mengisi kuesioner secara online.

Berapa jumlah petugas Sensus Ekonomi 2026?
BPS merekrut sekitar 190 ribu petugas untuk melaksanakan pendataan di seluruh Indonesia.

Mengapa masyarakat harus tetap waspada?
Karena ada kemungkinan oknum memanfaatkan pelaksanaan sensus untuk melakukan penipuan dengan mengaku sebagai petugas resmi.

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Danantara Bentuk Raksasa Manajemen Aset BUMN Lewat Merger 4 Perusahaan Pelat Merah
Ancaman AI Canggih Bikin Bank Waspada, Layanan ATM dan M-Banking Bisa Dihentikan
Kepala BKN Perjuangkan Single Salary ASN, Benarkah PNS dan PPPK Tak Lagi Menderita Saat Pensiun?
81 BPR dan BPRS Resmi Digabung, OJK Perkuat Perbankan Daerah Lewat Konsolidasi
SPTJM Insentif Guru Non ASN 2026 Belum Muncul? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
BI Siapkan Skema Win-Win, Perry Warjiyo Janji Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah
Daftar Mi Instan Terbaik Dunia 2026 Versi Smarter Ranking, Indomie Masuk 2 Besar
Nasib Pensiun PPPK Mulai Terungkap, Pemerintah Siapkan Skema Penghargaan ASN
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:00 WIB

Danantara Bentuk Raksasa Manajemen Aset BUMN Lewat Merger 4 Perusahaan Pelat Merah

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00 WIB

OJK Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:00 WIB

Ancaman AI Canggih Bikin Bank Waspada, Layanan ATM dan M-Banking Bisa Dihentikan

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

81 BPR dan BPRS Resmi Digabung, OJK Perkuat Perbankan Daerah Lewat Konsolidasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:00 WIB

SPTJM Insentif Guru Non ASN 2026 Belum Muncul? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru