Pemerintah Ubah Skema MBG, Tak Lagi Diberikan kepada Seluruh Siswa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDIDIKAN – Pemerintah berencana mengubah skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran. Ke depan, program tersebut tidak lagi diberikan kepada seluruh peserta didik, melainkan diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia menjelaskan bahwa mekanisme baru masih disusun bersama Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk rencana pelibatan kantin sekolah dalam pendistribusian makanan bergizi.

MBG Tidak Lagi untuk Semua Siswa

Abdul Mu’ti mengatakan keputusan yang telah disepakati dalam rapat tingkat menteri adalah bahwa penerima manfaat MBG nantinya hanya berasal dari kelompok siswa yang memang membutuhkan bantuan.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar program lebih efektif dan tepat sasaran.

Meski demikian, pemerintah masih menyusun mekanisme penentuan penerima manfaat serta tata cara pelaksanaannya agar dapat berjalan secara optimal.

Pelibatan Kantin Sekolah Belum Diputuskan

Selain perubahan sasaran penerima, pemerintah juga masih mengkaji kemungkinan melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program MBG.

Abdul Mu’ti menegaskan hingga kini belum ada keputusan final mengenai peran kantin sekolah maupun skema distribusi makanan.

Baca Juga :  SMK BLUD: Solusi Efektif Memutus Rantai Kematian SMK di Daerah

Ia menyebut seluruh kebijakan masih memerlukan kajian mendalam agar pelaksanaan program berjalan efektif, aman, dan sesuai tujuan pemerintah.

Kemendikdasmen Beri Masukan, BGN Tetap Berwenang

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan teknis Program MBG berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berperan memberikan masukan terkait implementasi program di lingkungan sekolah.

Koordinasi antara kedua lembaga tersebut terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah.

Fokus Bangun Generasi Sehat

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

Menurut Abdul Mu’ti, pemberian MBG akan lebih efektif apabila diprioritaskan kepada peserta didik yang benar-benar memerlukan bantuan nutrisi.

Dengan pendekatan tersebut, manfaat program diharapkan dapat dirasakan secara lebih optimal oleh kelompok sasaran.

MBG Juga Menjadi Bagian Pendidikan Karakter

Kemendikdasmen menilai Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan bergizi bagi siswa.

Program ini juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan pola hidup sehat di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Operasi Tangkap Tangan KPK di Cilacap Amankan 27 Orang

MBG termasuk dalam salah satu program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu membiasakan peserta didik mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Kemendikdasmen telah menerbitkan berbagai panduan mengenai integrasi pendidikan karakter dengan pelaksanaan Program MBG di sekolah.

Mekanisme Masih Disusun

Hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan kapan mekanisme baru tersebut mulai diterapkan.

Pemerintah menyatakan seluruh proses masih dalam tahap penyusunan dan pembahasan agar implementasinya dapat berlangsung secara optimal di seluruh daerah.


FAQ

Apakah Program MBG akan diberikan kepada semua siswa?
Tidak. Pemerintah berencana memprioritaskan MBG hanya bagi siswa yang membutuhkan.

Apakah kantin sekolah akan menjadi dapur MBG?
Belum. Rencana pelibatan kantin sekolah masih dalam tahap kajian bersama Badan Gizi Nasional.

Siapa yang bertanggung jawab atas Program MBG?
Pelaksanaan Program MBG menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional, sedangkan Kemendikdasmen memberikan masukan terkait implementasi di sekolah.

Apa tujuan Program MBG?
Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik, mendukung pencegahan stunting, serta membangun kebiasaan hidup sehat melalui pendidikan karakter.

Berita Terkait

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun
Pengurus ISMI Kerinci dan Sungai Penuh Resmi Dilantik, Prof Jafar Ahmad dan Hartono Dipercaya Memimpin
BMKG Catat 2.610 Hotspot di Sumatra, Riau 355 Titik: Karhutla Makin Mengkhawatirkan
WhatsApp Diretas Lalu Kena Suspend, Komdigi Desak Meta Beri Klarifikasi 24 Agustus 2026
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Film Horor Terbaru 2026
Kronologi OTT KPK di Unsoed: Rektor dan 2 Wakil Rektor Diamankan
BMKG Ungkap Kondisi Kekeringan Agustus 2026, Bagaimana Jambi, Sumbar dan Riau?
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:00 WIB

RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Pengurus ISMI Kerinci dan Sungai Penuh Resmi Dilantik, Prof Jafar Ahmad dan Hartono Dipercaya Memimpin

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:00 WIB

BMKG Catat 2.610 Hotspot di Sumatra, Riau 355 Titik: Karhutla Makin Mengkhawatirkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:01 WIB

WhatsApp Diretas Lalu Kena Suspend, Komdigi Desak Meta Beri Klarifikasi 24 Agustus 2026

Berita Terbaru

Internasional

US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026

Kamis, 27 Agu 2026 - 04:05 WIB