Hibahkan Tanah Meikarta ke Negara, Ini Profil Lengkap Konglomerat Mochtar Riady

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAYONEWS – Nama Mochtar Riady kembali menjadi sorotan setelah perusahaan yang berada di bawah naungan Lippo Group, PT Lippo Cikarang Tbk, menyerahkan hibah lahan seluas sekitar 30 hektare di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, kepada pemerintah.

Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan sekitar 141 ribu unit rumah susun (rusun) subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses hunian layak melalui pembangunan perumahan vertikal.

Saat ini pemerintah bersama Danantara masih melakukan perhitungan terkait kebutuhan investasi pembangunan. Adapun proses pembangunan maupun pengelolaan kawasan nantinya akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor perumahan.

Siapa Mochtar Riady?

Mochtar Riady merupakan salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri Lippo Group, konglomerasi yang memiliki bisnis di berbagai sektor, mulai dari perbankan, properti, kesehatan, pendidikan, ritel, media, hingga layanan digital.

Menurut data Forbes Real-Time Billionaires per 29 Juni 2026, kekayaan Mochtar Riady diperkirakan mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS, menjadikannya salah satu miliarder Indonesia yang masih aktif memberikan kontribusi terhadap perkembangan dunia usaha.

Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 12 Mei 1929 ini memiliki nama Tionghoa Lie Moe Tie. Sejak usia muda, ia telah memiliki ketertarikan terhadap dunia perbankan. Ketertarikan tersebut muncul saat melihat gedung-gedung bank bergaya Eropa yang menurutnya melambangkan profesionalisme dan kemajuan ekonomi.

Baca Juga :  BNI Tawarkan KPR Cermat, Saldo Tabungan Bisa Bikin Cicilan Rumah Lebih Ringan

Perjalanan Menuju Dunia Perbankan

Perjalanan karier Mochtar Riady tidak berlangsung instan. Pada usia muda ia sempat mengelola usaha milik keluarga sebelum memutuskan hijrah ke Jakarta demi mengejar cita-citanya menjadi bankir.

Di ibu kota, ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi ekonomi dan politik Indonesia pada masa itu. Bahkan, ia sempat berjualan sepeda sambil mencari peluang untuk memasuki industri perbankan.

Kesempatan besar datang pada 1959 ketika ia bergabung dengan Bank Kemakmuran. Di bank tersebut, Mochtar dipercaya menjadi Presiden Direktur sekaligus ikut memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Beberapa tahun kemudian, ia bersama para mitranya mengakuisisi Bank Buana yang saat itu mengalami kesulitan. Di bawah kepemimpinannya, bank tersebut berkembang pesat hingga menjadi salah satu bank swasta terbesar pada masanya.

Berperan Membesarkan BCA

Nama Mochtar Riady juga erat kaitannya dengan perkembangan Bank Central Asia (BCA).

Kesempatan itu datang setelah bertemu dengan pengusaha Liem Sioe Liong (Sudono Salim). Dari beberapa pilihan bank yang ditawarkan, Mochtar memilih bergabung dengan BCA yang saat itu masih dalam tahap pengembangan.

Melalui berbagai strategi bisnis dan inovasi layanan perbankan, BCA tumbuh menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia serta dikenal sebagai pelopor berbagai layanan perbankan modern.

Membangun Kerajaan Bisnis Lippo Group

Setelah sukses di sektor perbankan, Mochtar Riady mulai memperluas bisnisnya melalui Lippo Group.

Grup usaha tersebut kini memiliki portofolio di berbagai bidang, seperti:

  • Properti
  • Rumah sakit
  • Pusat perbelanjaan
  • Pendidikan
  • Media
  • Teknologi
  • Ritel
Baca Juga :  BI Rate Naik 5,25%, Cicilan KPR Terancam Membengkak! Saham Properti BSDE dan CTRA Jadi Sorotan

Saat ini operasional Lippo Group banyak dijalankan oleh generasi penerusnya, yakni James Riady dan Stephen Riady.

Selain dunia bisnis, Mochtar Riady juga dikenal aktif mendukung pengembangan ilmu pengetahuan melalui pendirian Mochtar Riady Institute of Nanotechnology, lembaga riset yang berfokus pada pengembangan nanoteknologi di Indonesia.

Hibah Lahan untuk Rumah Subsidi

Hibah lahan Meikarta menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam proses tersebut, status kepemilikan lahan akan dialihkan menjadi aset negara melalui mekanisme hak yang ditetapkan pemerintah. Setelah seluruh proses administrasi selesai, pembangunan rumah susun subsidi akan dilaksanakan oleh BUMN yang ditunjuk pemerintah.

Program ini diharapkan mampu mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus mendukung pemerataan pembangunan kawasan perkotaan.

FAQ

Siapa Mochtar Riady?
Mochtar Riady adalah pendiri Lippo Group dan salah satu tokoh penting di industri perbankan serta properti Indonesia.

Berapa luas lahan Meikarta yang dihibahkan?
Sekitar 30 hektare untuk pembangunan rumah susun subsidi.

Untuk apa lahan tersebut digunakan?
Pemerintah akan membangun sekitar 141 ribu unit rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Apa saja bisnis Lippo Group?
Lippo Group bergerak di sektor properti, kesehatan, pendidikan, ritel, media, teknologi, dan layanan keuangan.

Berapa kekayaan Mochtar Riady?
Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires per 29 Juni 2026, kekayaannya diperkirakan sekitar 1,7 miliar dolar AS.

Berita Terkait

Belanja Pegawai Daerah Tak Wajib 30% pada 2027? Ini Penjelasannya
Nuzran Joher Putra Sungai Penuh Resmi Dilantik Prabowo sebagai Ketua Ombudsman RI 2026–2031
Gaji Listyo Sigit Jadi KSP 2026 Setara Menteri, Ini Rincian Hak Keuangan dan Fasilitasnya
Jabatan Baru Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Kini Jadi Kepala Staf Kepresidenan
Reshuffle Kabinet Merah Putih 1 Oktober 2026: Daftar 18 Pejabat yang Resmi Dilantik Prabowo
Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Berpeluang Naik, Ini Penjelasan Pemerintah
Gaji Kapolri Baru Suyudi Ario Seto 2026: Segini Gaji Pokok, Tunjangan dan Fasilitas yang Diterima
BGN Ubah Skema Insentif SPPG, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Belanja Pegawai Daerah Tak Wajib 30% pada 2027? Ini Penjelasannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Nuzran Joher Putra Sungai Penuh Resmi Dilantik Prabowo sebagai Ketua Ombudsman RI 2026–2031

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Gaji Listyo Sigit Jadi KSP 2026 Setara Menteri, Ini Rincian Hak Keuangan dan Fasilitasnya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Jabatan Baru Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Kini Jadi Kepala Staf Kepresidenan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih 1 Oktober 2026: Daftar 18 Pejabat yang Resmi Dilantik Prabowo

Berita Terbaru