Kemenhan Ungkap Kronologi Meninggalnya 5 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NASIONAL – Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih kembali bertambah.

Hingga Sabtu, 27 Juni 2026, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mencatat sebanyak lima peserta meninggal dunia selama mengikuti pelatihan yang menjadi bagian dari program pembekalan calon manajer Kopdes Merah Putih.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga peserta yang meninggal dunia.

“Atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Panitia Seleksi Nasional, dan seluruh penyelenggara Program SPPI KDKMP KNMP 2026, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta yang sedang mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Peserta Kelima Meninggal di Kalimantan

Korban terbaru diketahui bernama Nola Dya Sari, peserta yang menjalani pelatihan di Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan.

Menurut Kemenhan, pada Jumat (26/6/2026), Nola masih mengikuti kegiatan pembelajaran mengenai teknik perkebunan di ruang kelas seperti biasa.

Namun pada pukul 18.45 WIB, ia mengeluhkan sesak napas disertai demam. Tim kesehatan di lokasi segera memberikan pertolongan pertama sebelum merujuknya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang.

Baca Juga :  Ikut Latsarmil 45 Hari, ASN Dapat Uang Saku dan Tunjangan Penuh

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Nola kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Saat menjalani perawatan, kondisi korban memburuk hingga mengalami henti jantung. Tim medis langsung melakukan tindakan resusitasi jantung, namun upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB.

Riwayat Kesehatan Masih Didalami

Kemenhan menjelaskan bahwa seluruh peserta, termasuk Nola, telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Nola dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dengan catatan memiliki kelebihan berat badan.

Meski demikian, penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses evaluasi medis untuk memastikan faktor-faktor yang memengaruhi kondisi kesehatannya.

Total Lima Peserta Meninggal

Sebelumnya, empat peserta lain juga dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti Latsarmil, yakni:

  • Yonanda Muhammad Taufiq, diduga akibat henti jantung (cardiac arrest).
  • Anisa Muyassaroh, diduga mengalami heat stroke.
  • Novia Rahmadhani Sihotang, akibat komplikasi tuberkulosis (TB).
  • Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Kemenhan menyatakan seluruh kasus tersebut sedang dievaluasi secara menyeluruh guna mengetahui penyebab masing-masing serta memastikan prosedur pelatihan berjalan sesuai standar keselamatan.

DPR Minta Evaluasi hingga Moratorium

Meninggalnya lima peserta memicu perhatian berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI.

Sejumlah legislator meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan dasar militer bagi calon manajer Kopdes Merah Putih. Bahkan, muncul usulan agar pelatihan dihentikan sementara atau dimoratorium hingga hasil evaluasi selesai dilakukan.

Baca Juga :  Redmi Note 15 Series Hadir di Indonesia, Ini Keunggulan dan Bocoran Harganya

Sementara itu, pemerintah menegaskan proses evaluasi akan terus dilakukan, termasuk memperketat pengawasan kesehatan peserta selama pelatihan berlangsung.

Program pembentukan calon manajer Kopdes Merah Putih sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi desa dan kelurahan di berbagai daerah.

Meski demikian, insiden meninggalnya sejumlah peserta menjadi perhatian serius agar pelaksanaan program ke depan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan peserta.


FAQ

Berapa jumlah peserta yang meninggal saat Latsarmil Kopdes Merah Putih?
Hingga 27 Juni 2026, tercatat lima peserta meninggal dunia.

Siapa korban terbaru?
Korban terbaru adalah Nola Dya Sari yang mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan.

Apa penyebab meninggalnya korban terbaru?
Korban mengalami sesak napas dan demam sebelum dirawat di rumah sakit. Penyebab pasti masih dalam pendalaman tim medis.

Apakah peserta telah menjalani tes kesehatan?
Ya. Kemenhan menyebut seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan.

Apakah program Latsarmil akan dihentikan?
Belum ada keputusan penghentian. Namun, DPR mengusulkan evaluasi menyeluruh bahkan moratorium sementara terhadap pelaksanaan pelatihan.

Berita Terkait

Ferri Nuzarli Tinggalkan Partai Buruh, Sebut 1,3 Juta Anggota ORI Ikut Mundur
Pencairan JHT Kena Pajak? Ini Penjelasan Purbaya dan Aturan Resminya
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Diperpanjang
ASN Berpeluang Kantongi Dana Pensiun Rp1 Miliar, Ini Strategi yang Diungkap Kepala BKN
7 Provinsi Masih Buka Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Cek Jadwal, Syarat, dan Daftar Lengkapnya
Mutasi Besar Polda Bengkulu 2026! Dirreskrimum, Dirlantas hingga Kabid Humas Berganti, Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru
PN Jakarta Timur Jadwalkan Sidang Perdana Dokter Tifa Awal Juli 2026
Logo HUT RI Ke-81 Masuk Tahap Akhir, Ini 5 Desain Pilihan untuk Indonesia
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00 WIB

Ferri Nuzarli Tinggalkan Partai Buruh, Sebut 1,3 Juta Anggota ORI Ikut Mundur

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:00 WIB

Kemenhan Ungkap Kronologi Meninggalnya 5 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:05 WIB

Pencairan JHT Kena Pajak? Ini Penjelasan Purbaya dan Aturan Resminya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:01 WIB

Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Diperpanjang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:00 WIB

ASN Berpeluang Kantongi Dana Pensiun Rp1 Miliar, Ini Strategi yang Diungkap Kepala BKN

Berita Terbaru