PLN Ungkap Penyebab Mati Listrik Bergilir di Jawa, Dua Pembangkit Besar Alami Gangguan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – PT PLN (Persero) akhirnya buka suara terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa pada Jumat (19/6/2026). Perusahaan listrik negara itu mengungkapkan gangguan pada dua pembangkit besar menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan listrik ke sistem Jawa.

Pemadaman bergilir dilaporkan terjadi di sejumlah daerah seperti Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, hingga beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Durasi pemadaman bervariasi antara tiga hingga lima jam tergantung kondisi sistem di masing-masing daerah.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa sebenarnya masih beroperasi dalam kondisi terkendali. Namun, PLN terpaksa melakukan manajemen beban secara terbatas untuk menjaga stabilitas jaringan.

Menurut Gregorius, terdapat kendala teknis operasional yang menyebabkan dua unit pembangkit besar tidak dapat beroperasi sementara. Kondisi tersebut mengurangi kemampuan pasokan listrik dan memaksa PLN melakukan pengaturan distribusi daya.

Baca Juga :  Tarif Listrik PLN Mei 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Lengkap per kWh untuk Semua Golongan

“Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan serta mencegah gangguan yang lebih luas,” ujar Gregorius dalam keterangannya.

PLN saat ini mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain dan mempercepat proses pemulihan unit yang mengalami gangguan. Selain itu, perusahaan juga melakukan pengaturan operasi sistem agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga.

Manajemen beban tersebut disebut hanya bersifat sementara. PLN memastikan pemadaman bergilir akan dihentikan secara bertahap setelah kondisi pasokan listrik kembali normal dan cadangan daya mencukupi.

Pemadaman yang terjadi memunculkan pertanyaan publik karena sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) selama ini dikenal memiliki kapasitas pembangkit terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas pembangkit terpasang di sistem Jamali mencapai sekitar 44.857 MW atau lebih dari separuh total kapasitas pembangkit nasional.

Pengamat ekonomi dari Indonesia Strategic and Economics Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita, menilai peristiwa ini menunjukkan bahwa kelebihan kapasitas listrik atau oversupply tidak otomatis menjamin keandalan sistem. Menurutnya, faktor jaringan transmisi, kesiapan pembangkit, hingga manajemen operasi menjadi penentu utama stabilitas pasokan listrik nasional.

Baca Juga :  BNN Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang, Tiga Pelaku Ditangkap

FAQ

Mengapa terjadi pemadaman listrik bergilir di Jawa?
PLN menyebut dua pembangkit besar mengalami gangguan teknis sehingga pasokan listrik ke sistem Jawa berkurang.

Wilayah mana saja yang terdampak?
Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Pati, Banjarnegara, Surabaya, Pasuruan, dan Sidoarjo menjadi beberapa daerah yang mengalami pemadaman.

Berapa lama durasi pemadaman?
Berkisar antara tiga hingga lima jam tergantung kondisi sistem kelistrikan di wilayah masing-masing.

Apakah listrik akan kembali normal?
PLN memastikan pemulihan terus dilakukan dan pemadaman bergilir akan dihentikan secara bertahap.

Apakah sistem listrik Jawa mengalami krisis energi?
Tidak. Gangguan terjadi karena masalah operasional pembangkit, bukan karena kekurangan bahan bakar atau energi primer. Tim

Berita Terkait

Mengapa Padang Tetap Diguyur Hujan Lebat saat Kemarau? Ini Penjelasan BMKG
Hasil Seleksi CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Diumumkan, Ini Link Cek Kelulusan dan Jadwal Tahap Berikutnya
Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah
MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG
Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang
Kemendagri dan KPK Bentuk Tim Gabungan Cegah Korupsi di Pemda, Ini Tugas dan Sasarannya
Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Resmi Dilantik, Ini Profil Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Mengapa Padang Tetap Diguyur Hujan Lebat saat Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Hasil Seleksi CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Diumumkan, Ini Link Cek Kelulusan dan Jadwal Tahap Berikutnya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 04:15 WIB

Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:00 WIB

MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:05 WIB

Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang

Berita Terbaru