SUNGAIPENUH – Akses vital Sungai Penuh–Padang kembali lumpuh. Hujan deras yang mengguyur Solok dan Solok Selatan sejak semalam memicu longsor besar di kawasan Air Dingin, salah satu titik paling rawan di jalur penghubung dua provinsi itu. Arus kendaraan pun terhenti total hingga menjelang pagi.
Material longsor yang memenuhi badan jalan membuat kendaraan dari kedua arah tak bisa bergerak. Lampu-lampu kendaraan tampak mengular di tengah gelap, sementara sopir dan penumpang hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Kondisi ini kembali menegaskan rapuhnya jalur utama Sungai Penuh–Padang setiap kali cuaca ekstrem melanda.
“Kami terjebak longsor di Air Dingin semalam. Makanya sampai Sungai Penuh terlambat,” kata Mike, warga Sungai Penuh. Ia baru tiba sekitar pukul 11.00 WIB, padahal normalnya ia sudah sampai pukul 05.00 WIB. “Tidak ada pilihan selain menunggu berjam-jam,” ujarnya.
Situasi tak jauh berbeda terjadi di Solok Selatan. Longsor juga menutup jalur utama yang biasa digunakan pengendara menuju Padang. Akibatnya, kendaraan dialihkan ke rute sempit di belakang Kantor Bupati Solok Selatan, jalur yang sejatinya tidak dirancang untuk menampung volume kendaraan besar.
“Kita diarahkan lewat jalur belakang kantor bupati. Padat, sempit, dan harus antre lama,” keluh seorang pengendara lain.
Hingga siang ini, petugas gabungan masih berupaya membersihkan material longsor di beberapa titik. Namun curah hujan yang belum sepenuhnya mereda membuat potensi longsor susulan tetap tinggi. Pengendara diminta menunda perjalanan malam hari dan memperhatikan imbauan petugas mengingat kondisi jalur masih labil.
Longsor kali ini menambah panjang daftar gangguan pada ruas penghubung Sungai Penuh–Padang, sebuah jalur strategis yang setiap tahun selalu diuji cuaca ekstrem, namun belum mendapatkan solusi penanganan permanen yang memadai.(fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Dedi Dora









